Maliki Tuntut Penghitungan Ulang

Selasa, 23 Maret 2010 – 02:51 WIB
Nuri al-Maliki. Foto: Getty Images/AFP.
BAGHDAD - Penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Irak yang berlangsung 7 Maret lalu telah mencapai 95 persen dari total keseluruhan, hingga Senin (22/3) kemarinKomisi Tinggi Pemilihan Umum Independen (IHEC) Irak memperkirakan, penghitungan 100 persen suara akan selesai pada Jumat (26/3) ini.

Yang mengejutkan, kalau sebelumnya Aliansi Negara Hukum pimpinan Perdana Menteri (PM) Nuri al-Maliki selalu unggul, tapi setelah penghitungan sampai 95 persen, ganti Aliansi Iraqiya yang dikendalikan mantan PM Iyad Allawi yang berbalik memimpin

BACA JUGA: PepsiCo Kurangi Garam, Gula dan Lemak

Aliansi Iraqiya mencatat 2.631.388 suara, unggul 11.346 suara dari Aliansi Negara Hukum yang memperoleh 2.620.042
Padahal, pekan lalu, ketika baru 60 persen suara yang dihitung, kubu Maliki masih unggul 65 ribu suara atas kelompok Allawi.

Itulah yang lantas menyebabkan kubu Maliki berang

BACA JUGA: Layari Pasifik dengan Kapal Plastik

Mereka pun meminta penghitungan ulang
Namun, permintaan tersebut ditolak IHEC

BACA JUGA: Obati Epilepsi, Makan Otak Anak Sendiri

IHEC berargumen kalau penghitungan suara ulang tanpa menunjuk lokasi tertentu dengan jelas, akan menghabiskan waktuBuntutnya, pengumuman hasil penghitungan suara secara final otomatis bakal mundur pula.

"Jika mereka ragu dan berpikir ada kesalahan, mereka dapat meminta kami mengadakan perhitungan ulang di wilayah tertentu, tetapi bukan di seluruh IrakItu sama halnya mengadakan pemilu ulang secara keseluruhan," kata Ketua IHEC, Faraj al-Haidari, seperti dikutip AFP, Minggu (21/3) malam.

Tapi, Maliki berpendapat kalau perhitungan ulang itu perlu, demi melindungi stabilitas politik dan mencegah timbulnya kekerasan di wilayah IrakPernyataan sang PM incumbent itu jelas bertentangan dengan apa yang dikatakannya pekan lalu, ketika aliansi yang dipimpinnya masih unggulKala itu dia menyebutkan kalau keluhan terhadap perhitungan suara tak akan mempengaruhi hasil pemilu.

Kendati ditolak IHEC, nyatanya Presiden Jalal Talabani justru mendukung permintaan kubu Maliki tersebutDia pun meminta agar penghitungan diulang secara manual di beberapa provinsi.

Pekan lalu, saat penghitungan suara masih 60 persen, Maliki tercatat memimpin di 18 provinsi, termasuk Baghdad yang memiliki jumlah pemilih terbanyakMaliki juga unggul di enam provinsi di bagian selatan Negeri 1001 Malam itu, yang didominasi warga Syiah, etnis mayoritas di Irak.

Sedangkan Allawi memimpin di lima provinsi yang didominasi Sunni dan diperkirakan juga memperoleh kemenangan di beberapa area yang didominasi SyiahSetiap kubu bersaing ketat untuk memperoleh suara terbanyakDi Irak, untuk dapat membentuk pemerintahan tanpa harus berkoalisi, diperlukan 163 kursi di DPR(war/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Si Pangeran Bernafsu Perangi Taliban


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler