Malioboro Mulai Ramai di Weekend

Selasa, 23 November 2010 – 08:51 WIB

JOGJA - Aktivitas dan intensitas Gunung Merapi yang mulai menurun tak hanya membuat pengungsi mulai kembali ke tempat tinggalnyaDunia pariwisata Kota Jogja yang selama ini mengandalkan Malioboro juga mulai bergeliat

BACA JUGA: Abu Merapi Penuhi Atmosfir, Suhu Udara Panas

Wisatawan asing maupun lokal sudah mengunjungi ikota Kota Jogja tersebut
"Sudah mulai pulih seperti semula

BACA JUGA: Bukit Dikeruk, DPRD Panggil Kapolres Serang

Kalau hari Senin keadaannya memang seperti ini
Tidak bisa dipaksakan untuk ramai," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Purwanto, ditemui Radar Jogja (grup JPNN) di kantornya, kemarin (22/11).

Purwanto menjelaskan, sejak aktivitas Merapi menurun, pihaknya sering mendapatkan telepon dari luar daerah

BACA JUGA: Kalah, Cabup Manokwari Mengamuk

Mereka ingin memastikan jika kondisi di Malioboro aman"Biasanya dari instansi-instansi pemerintah daerah lain yang akan mengadakan kunjungan ke sini," imbuh mantan lurah tersebut.

Wisatawan-wisatawan lokal, menurutnya, memang lebih khawatir dibandingkan wisatawan asingWisatawan lokal takut datang ke Jogja karena melihat tayangan televisi saat Kota Jogja diguyur hujan abu pada tanggal 30 Oktober dan 5 November silamGambar yang diulang-ulang itu akhirnya mampu mempengaruhi masyarakat untuk menunda kepergian ke Jogja"Tapi, banyak yang akhirnya langsung menanyakan keadaan Malioboro kepada kamiMereka pun jadi berkunjung ke Jogja," imbuhnya.

Ia menuturkan, Malioboro sebenarnya tak lama terkena dampak langsung abu vulkanik MerapiItu hanya terjadi selama dua hari yakni saat letusan besar pada 30 Oktober dan 5 NovemberDampak ini juga bisa langsung teratasi, dengan dilakukannya penyemprotan dari UPT dan paguyuban.

Untuk dampak tak langsung, yaitu turunnya angka kunjungan, Purwanto menambahkan hal tersebut juga tak berlangsung lamaPenurunan drastis pengunjung hanya terjadi sehari usai letusan besar 5 November silamSepekan kemudian, tanggal 14 November, Malioboro kembali mengalami penumpukkan kendaraan.

"Saat situasi sudah mulai mereda, sebenarnya angka kunjungan malah meningkatWisatawan yang memiliki keluarga di Jogja memaksakan diri datang untuk ngaruhke keadaan saudaranyaKarena aman, mereka sekalian main ke Malioboro," sambungnya.

Sudah mulai pulihnya Malioboro juga diakui salah seorang pedagang makanan, NurdianaIa mengaku saat ini, pendapatannya sudah mulai pulih kembaliBahkan, terjadi peningkatan pada saat weekend"Dulu saat hangat-hangatnya Merapi, saya membawa pulang uang Rp 150 ribuSekarang, alhamdulillah sudah seperti biasa," katanya.

Nurdiana menuturkan, saat normal, ia bisa mendapatkan uang rata-rata Rp 450 ribuIni ia dapatkan jika pengunjung ke warung mulai pukul 09.00-18.00 mencapai 20 sampai 23 orang"Kalau weekend biasanya lebih," tuturnya.

Sudah mulai meningkatnya jumlah kunjungan ke Malioboro juga dirasakan Karjono, seorang juru parkirTiap harinya, dengan kondisi bukan liburan seperti saat ini, dirinya bisa meraup untung minimal Rp 50 ribu"Kalau parkir seperti saya ini kan sebenarnya tidak tergantung dengan wisatawanTapi, lebih banyak warga JogjanyaKalau mahasiswa sudah pada balik lagi ke Jogja, saya kira akan segera ramai," jelasnya.

Berdasarkan pengamatan Radar Jogja, di dua kantong parkir yaitu Tempat Parkir Abu Bakar Ali dan Senopati masih sepiBus dan kendaraan plat luar kota yang biasanya memenuhi tak terlihat di tempat ini"Biasanya pas weekend dan liburan, mulai banyak kendaraan yang datang," kata Parmadi, seorang penjaga parkir di Abu Bakar Ali(eri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aparat Waspadai Gerakan 1 Desember Papua


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler