Manfaat Labu Siam untuk Penderita Asam Urat

Kamis, 14 Maret 2019 – 22:45 WIB
Ilustrasi labu siam. Foto: Pixabay

jpnn.com - Asam urat bisa menyerang berbagai kalangan usia, baik lansia maupun orang-orang muda dan kaum milenial. Ketika Anda mengalaminya, tubuh akan merasakan nyeri di beberapa area persendian.

Namun, untuk mengatasi gangguan asam urat ternyata tidak sulit. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi labu siam.

BACA JUGA: Bolehkah Makan Roti Saat Kena Asam Urat?

Sayuran hijau yang termasuk dalam keluarga labu ini biasa diolah menjadi berbagai jenis hidangan, seperti sayur lodeh, tumis labu, maupun dimakan sebagai lalapan.

Uniknya, selain nikmat dikonsumsi, nyatanya labu siam juga berkhasiat membantu meredakan gangguan asam urat.

BACA JUGA: Konsumsi 8 Makanan Terbaik Ini untuk Kesehatan Ginjal Anda

Seputar asam urat dan penyebabnya

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin.

BACA JUGA: 4 Suplemen Ini Rentan Picu Asam Urat

Saat jumlah asam urat di dalam tubuh berlebih, maka kelebihannya akan menumpuk di dalam jaringan tubuh dalam bentuk kristal monosodium urat (kristal asam urat).

Purin sendiri adalah senyawa kimia pada beberapa makanan yang jika dipecah akan menjadi kristal asam urat dan menumpuk pada sendi, ginjal, atau saluran kencing.

“Pada tahap awal gangguan asam urat muncul mungkin gejalanya tidak terlalu terasa, atau bahkan tidak menimbulkan gejala, sampai akhirnya terjadi penumpukan kristal pada berbagai organ. Apalagi bila tidak diterapi dengan tepat, maka asam urat bisa semakin parah,” jelasnya.

Bila Anda memiliki riwayat asam urat dalam keluarga, dr. Alvin menyarankan agar Anda mulai mengubah pola makan, dengan menghindari asupan makanan yang mengandung purin tinggi.

“Kandungan asam urat yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Namun, dengan pola makan sehat, kadar asam urat bisa menurun,” imbuh dr. Alvin.

Menyambung apa yang telah dijelaskan oleh dr. Alvin di atas, dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter menjelaskan bahwa faktor utama penyebab penyakit asam urat adalah peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia) yang bisa terjadi karena beberapa hal.

“Peningkatan asam urat bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem pembuangan asam urat yang notabene merupakan hasil akhir dari metabolisme purin,” jelasnya. Menurutnya, kadar asam urat tersebut dipengaruhi oleh dua hal, yakni:

1. Laju pembuatan asam urat di dalam hati. Karena asam urat terbentuk dari pemecahan purin, kadarnya di dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah purin yang diproduksi tubuh serta jumlah purin yang diserap dari makanan.

2. Laju pembuangan asam urat melalui ginjal. Pada kondisi normal, asam urat di dalam pembuluh darah akan bergerak ke ginjal dan dibuang melalui urine. Pada orang yang menderita asam urat, biasanya pembuangan ini tidak terjadi.

Bila asam urat menumpuk dan sulit untuk dikeluarkan, maka akan muncul nyeri sendi berkepanjangan yang hampir selalu muncul mendadak, terutama pada malam hari, dan bisa berlangsung hingga 10 hari.

“Nyeri sendi yang sering terjadi adalah pada bagian ibu jari kaki, namun dapat pula terjadi pada kaki, lutut, mata kaki, jari tangan, dan pergelangan tangan. Selain itu, peradangan sendi juga bisa mengalami bengkak, kemerahan, serta terasa panas dan keras bila disentuh,” jelas dr. Anita.

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan untuk meredakan berbagai hal tersebut adalah dengan memperbanyak konsumsi serat yang nantinya dapat mengeluarkan asam uratlewat feses.

Salah satu sayuran hijau yang bisa diandalkan adalah labu siam.(klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obesitas Tingkatkan Risiko Asam Urat?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
asam urat   labu siam   Ginjal   Urine  

Terpopuler