Manggala Agni Sumsel Padamkan Karhutla SM Padang Sugihan

Senin, 04 November 2019 – 23:20 WIB
Aktivitas pemadaman Karhutla oleh Manggala Agni di Sumatera Selatan. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Selama 30 hari tim Manggala Agni Sumatera Selatan telah bertenda untuk memadamkan karhutla di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sulitnya medan di SM ini dan tanah gambut yang terbakar menjadikan upaya pemadaman yang dilakukan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan hingga berminggu-minggu. Para anggota Manggala Agni ini pun harus rela untuk meninggalkan keluarganya dalam tempo yang cukup lama.

BACA JUGA: KLHK dan IPB Serah Terima Opsetan Satwa untuk Kepentingan Pendidikan

Untuk mendorong semangat para petugas di lapangan tersebut, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera (BPPIKHL Sumatera) memberikan tambahan logistik pemadaman, bahan makanan dan alat kesehatan antara lain berupa tabung oksigen, susu, dan vitamin daya tahan tubuh.

“Bantuan logistik, makanan dan alat kesehatan ini merupakan dukungan tambahan sebagai bentuk penyemangat untuk rekan-rekan Manggala Agni yang melaksanakan pemadaman di Kawasan SM Padang Sugihan,” ujar Ferdian Krisnanto selaku Kepala BPPIKHL Sumatera, Senin (4/11).

BACA JUGA: Pemerintah Harus Cepat Menangani Karhutla di Banyuwangi

Sementara itu, Kepala Daerah Operasi (Kadaops) OKI Candra Irfansyah mengatakan, di kawasan SM Padang Sugihan ini yang terbakar berupa tanah gambut, dan yang terbakar berada beberapa meter di bawah permukaan tanah.

“Pemadaman dilakukan secara terus menerus hingga terbentuk bubur tanah agar dapat benar-benar padam. Jika masih mengeluarkan asap kemudian ditinggal masih ada kemungkinan akan terbakar lagi dan merembet ke areal yang lain,” sebut dia.

Pemadaman ini dilakukan dengan membuat sekat bakar sehingga api tidak merembet ke areal yang lain. Selain itu, juga pompa pemadaman menggunakan racun api yang dicampurkan ke dalam air agar api dapat padam lebih cepat.

Sulitnya medan dan terbatasnya personel, peralatan dan ketersediaan sumber air tidak mengurangi semangat tim gabungan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) OKI, Manggala Agni Daops Lahat, Manggala Agni Daops Banyuasin, Brigdal Karhutla Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Candra juga mengatakan selain pemadaman, upaya-upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan seperti Patroli Terpadu, Patroli Mandiri Pencegahan Karhutla dan Kampanye Pencegahan Karhutla.

“Dalam setiap upaya pencegahan, petugas selalu mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, terutama pada lahan gambut dan kondisi cuaca kering ini karena dampaknya akan sangat merugikan,” tandas dia.(cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler