Mantan Napi Terorisme Ungkap Tren Baru, Perempuan Lebih Militan jadi Pelaku Aksi Teror

Sabtu, 03 April 2021 – 21:40 WIB
Bagian analisis surat wasiat pelaku terorisme yang dilakukan Grafolog Deborah Dewi. Foto: Dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Mantan narapidana terorisme Haris Amir Falah mengungkapkan adanya perubahan tren pengantin bom bunuh diri atau pelaku aksi teror.

Haris mengatakan dahulu pelaku terorisme tidak melibatkan anak-anak dan istri saat beraksi.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: PNS Selingkuh Kena 3 Sanksi, Mahfud MD Bakal Gelar Pertemuan Besar, Pengakuan Pengacara Rizieq

Sementara, kata Haris, tiga aksi terorisme yang terjadi terakhir ini, yakni bom Surabaya (pelaku sekeluarga), Makassar (pasangan suami istri), dan Mabes Polri (wanita), menunjukkan adanya perubahan tren.

"Saya terakhir (bergabung kelompok terorisme) 2010, saya ditangkap, ya. Ini memang trennya justru dulu tidak ada. Artinya wanita itu tidak kami sertakan, apalagi anak-anak," kata dia dalam diskusi bertajuk Bersatu Melawan Teror, Sabtu (3/4).

Haris tak menampik saat ini tren pelaku terorisme ialah wanita bahkan, laki-laki sudah kalah jauh dalam aksi terorisme.

"Dari temuan saya di lapangan itu, justru wanita itu lebih militan daripada laki-laki. Banyak yang suaminya ikut, bukan karena suaminya yang mengajak istrinya, tetapi justru istrinya yang ngajak suaminya," kata dia.

Haris mencontohkan salah satu temannya di kawasan Jakarta Selatan terpaksa ditinggal istrinya. Sebab, sang suami tidak mau mengikuti keinginan istrinya masuk dalam kelompok terorisme.

BACA JUGA: Jenazah Penyerang Mabes Polri Tiba di RS Polri Kramat Jati, Keluarga Datang tanpa Sepatah Kata

"Dia dianggap kafir, tidak mau ikut JAD," tambah dia.

Dia juga menilai aksi terorisme di Komplek Mabes Polri yang dilakukan ZA usia 25 tahun membutuhkan keberanian yang besar. "Jadi memang ini luar biasa munculnya wanita yang terakhir, begitu nekatnya di Mabes Polri," tandas dia. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA JUGA: Gadis Pelaku Penyerangan Mabes Polri Jarang Keluar Rumah, Kurang Bergaul dengan Teman Sebaya


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler