Marak Kasus Kekerasan di Kepolisian, Pengamat Ini Punya Analisis Menarik, Singgung Soal Senioritas

Kamis, 28 Oktober 2021 – 21:20 WIB
Reza Indragiri Amriel sampaikan analisis terkait maraknya kasus kekerasan yang terjadi di kepolisian. Ilustrasi Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel membeberkan pengaruh sistem senioritas terhadap kasus kekerasan yang terjadi di kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.

Dia menyampaikan bahwa berdasarkan riset, pihak yang kerap menunjukkan pelanggaran ialah atasan atau senior.

BACA JUGA: Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang, Hinca Pandjaitan Singgung Soal Presisi

"Jadi, kerusakan akhlak personel memang sangat mungkin terwariskan," kata Reza kepada JPNN.com, Kamis (28/10).

Meski begitu, lanjut dia, perubahan perilaku personel di dalam Korps Bhayangkara itu menjadi lebih baik juga bisa dipengaruhi oleh senior mereka.

BACA JUGA: Briptu Khairul Tamimi Tewas Bersimbah Darah Ditembak, Tak Disangka Pelakunya

"Jadi, proses penunjukan pejabat dengan sebaik-baiknya dan pengawasan berjenjang yang optimal akan memutus mata rantai misconduct tersebut," tutur dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) itu.

Diketahui, beberapa kasus kekerasan yang melibatkan oknum polisi terjadi baru-baru ini seperti kasus aksi Bripka MN yang menembak anggota Humas Polres Lombok Timur Briptu Khairul Tamimi.

BACA JUGA: Bripka MN Penembak Briptu HT Terancam Hukuman Mati

BACA JUGA: Pengantin Baru Ini Ditangkap Polisi, Ya Ampun, Kasusnya Memalukan

Selain itu, ada juga kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar kepada anak buahnya, Brigadir Sony Limbong yang videonya tersebar di media sosial. (mcr9/jpnn)


Redaktur : Budi
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler