Marak Penipuan Catut Nama Bea Cukai Modus Romansa, Anda Jangan jadi Korban Berikutnya!

Rabu, 31 Agustus 2022 – 21:42 WIB
Untuk mengonfirmasi atau melaporkan pengaduan atas penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dapat melalui contact center Bea Cukai di 1500225 dan email info@customs.go.id. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai menerima banyak laporan kasus penipuan bermodus romansa.

Berdasarkan laporan contact center Bravo Bea Cukai 1500225 dan media sosial BeaCukaiRI periode Juli 2022, terdapat 215 kasus penipuan yang menggunakan modus ini.

BACA JUGA: Bea Cukai Beri Peringatan kepada Masyarakat soal Penipuan dengan Modus Ini, Simak!

Jumlah tersebut meningkat 27,98 persen dibandingkan periode sebelumnya, yaitu 168 kasus penipuan.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana mengungkapkan penipu melancarkan modus ini umumnya mendekati calon korban melalui perkenalan secara online lewat media sosial atau dating app.

BACA JUGA: Bea Cukai Beberkan 5 Fakta soal Penipuan Barang Online Shop, Simak ya

Pelaku kemudian berkomunikasi secara intens dan menjalin hubungan asmara dengan calon korbannya hingga akhirnya berjanji akan mengirim hadiah.

Banyak juga ditemukan kasus dengan pelaku yang mengaku sebagai orang asing atau tinggal di luar negeri dan mengabarkan akan menemui korban ke Indonesia sambil membawa hadiah.

Selanjutnya, hadiah tersebut dikabarkan disita petugas Bea Cukai di bandara dan korban atau penerima hadiah harus mentransfer sejumlah uang ke suatu rekening pribadi agar barang tersebut bisa keluar dan pengirim barang tidak ditahan petugas.

"Hal ini tentunya bertolak belakang dengan cara kerja petugas Bea Cukai di lapangan dalam menangani barang kiriman atau barang bawaan penumpang," tegas Hatta Warhana melalui keterangan yang diterima, Rabu (31/8).

Dia menegaskan petugas Bea Cukai tidak melakukan penahanan atas penumpang yang tidak menyelesaikan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas barang yang dibawa.

"Petugas hanya akan menahan barang hingga kewajiban kepabeanan diselesaikan sedangkan pemilik barang dapat melanjutkan perjalanan," bebernya.

Kasus penipuan dengan romansa mengingatkan masyarakat ke sound yang viral di platform media sosial TikTok dengan lirik 'Adek, cinta tak selamanya indah, Dek'.

Sound yang kerap disandingkan dengan video kisah percintaan remaja yang baru mengenal manisnya cinta ini bisa menjadi menggambarkan salah satu modus penipuan yang kerap digunakan para kriminal di dunia maya.

Untuk itu, Hatta mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan berikutnya.

Jika mendapat informasi barang kiriman yang tertahan Bea Cukai, dia menyarankan sebaiknya memeriksa status pada www.beacukai.go.id/barangkiriman.

Jika pelaku tak dapat menunjukkan nomor resi sehingga barang tak bisa dilacak, bisa dipastikan ini adalah modus penipuan.

Selain itu perlu diingat, baik untuk penyelesaian kewajiban atas barang kiriman dan barang bawaan penumpang, Bea Cukai tidak pernah meminta pembayaran bea masuk dan PDRI ke rekening pribadi karena pembayaran untuk penerimaan negara dikirim menggunakan kode billing.

Hatta juga mengimbau masyarakat agar dapat mengambil waktu lebih untuk mengonfirmasi jika ada permintaan pembayaran yang berkaitan dengan pajak, bea masuk, dan cukai.

"Kami menyarankan jika ada indikasi bahwa Anda menjadi korban penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, lebih banyak mengambil waktu berpikir sebelum membuat keputusan, setidaknya tiga hari," pesannya.

Pada jeda waktu itulah, lanjut Hatta, silakan berkomunikasi dengan Bea Cukai, meminta saran keluarga, dan memverifikasi informasi yang diberikan penipu.

"Berhati-hatilah dalam menjalin pertemanan di dunia maya dan waspada penipuan mengatasnamakan Bea Cukai," pesan Hatta kembali.

Untuk mengonfirmasi atau melaporkan pengaduan atas penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dapat melalui contact center Bea Cukai di 1500225 dan email info@customs.go.id.

Bisa juga melalui media sosial berikut, fanspage www.facebook.com/beacukaiRI, www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI, Twitter @BravoBeaCukai dan Instagram @BeaCukaiRI. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler