Marbot dan Kader Posyandu Terima Insentif

Kamis, 11 April 2013 – 10:27 WIB
MATARAM-Para marbot dan kader posyandu se-Kota Mataram menerima insentif, kemarin. Insentif triwulan pertama 2013 itu diberikan secara simbolis oleh Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi bersama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Ada 292 orang marbot dan 1.715 kader posyandu yang mendapat insentif. Setiap orang menerima Rp 100 ribu.  Pada kesempatan itu, gubernur menyempatkan diri berdialog dengan marbot dan kader posyandu. Dia mengapresiasi kebijakan Pemkot Mataram memberikan insentif kepada marbot dan kader posyandu. ’’Apa yang terjadi di Kota Mataram selalu menjadi ukuran bagi daerah lain di NTB,’’ katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pertemuan dengan marbot, kader posyandu, dan kepala lingkungan (kaling)  rutin digelar tiga bulan sekali.  ’’Program pemerintah harus mendapat dukungan dari bawah. Sehebat apapun program, bila tidak didukung akan berat,’’ katanya.

Disebutkan, selain insentif, pemerintah juga memberikan bantuan operasional posyandu, bantuan keuangan Kelurahan Cilinaya, bantuan stimulan rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan sosial penataan sarana usaha PKL, bansos penataan toko koperasi ritel modern,  dan satu set peralatan pengolahan tortilla kepada kelompok Ingin Maju. ’’Bantuan yang diberikan ini semata-mata untuk mewujudkan peningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ sambungnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Marbot Masjid se-Kota Mataram HM Hasbah mengatakan, pemberian insentif tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang senantiasa menjadi pejaga, membersihkan, dan merawat masjid secara keseluruhan. ”Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan para marbot, karena mereka sangat berjasa dalam menjaga masjid,” katanya.

Hasbah mengatakan, ke depan pemkot berencana akan memberikan insentif secara rutin tiap bulan kepada para marbot. Namun kebijakan tersebut masih harus dikaji kembali sebelum diterapkan.

Ia berharap dengan adanya dana insetif yang diterima para marbot, mereka akan lebih semangat dalam menjaga masjid. Sehingga masjid bisa menjadi kawasan yang tetap bersih dan terawat dengan baik.  ’’Kita ingin masjid menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan aman untuk para jamaah melaksanakan ibadah,” harapnya.  (feb/cr-ili)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 60 Persen Angkutan Umum Sudah Tua

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler