Marfest Jadi Ajang Persiapkan Lulusan yang Berkompeten

Sabtu, 14 Maret 2020 – 20:35 WIB
Para tokoh dari berbagai bidang menghadiri March Festival (Marfest) di SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah pada 12-14 Maret 2020. Foto: Marfest

jpnn.com, KUDUS - SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah, kembali menggelar March Festival (Marfest) pada 12-14 Maret 2020.

Ajang multievent itu menghadirkan 12 tokoh lintas bidang. Di antaranya adalah budayawan Butet Kertaredjasa, Aulia Marinto (VP Marketing Management IndiHome), Naya Anindita (sutradara), Butet Kartaredjasa (Pekerja Seni), dan Aghi Narottama (komposer music film).

BACA JUGA: Kemenkop dan UKM Berharap Lulusan Perguruan Tinggi Berkarya Kreatif dan Inovatif

Acara juga diisi dengan beberapa agenda. Misalnya, kelas inspiratif, pameran karya, serta peragaan busana dan musik.

SMK Rades Umar Said sendiri merupakan salah satu binaan Djarum Foundation.

BACA JUGA: Peserta dari Lulusan Terbaik, 90,86% Lolos SKD CPNS 2019

“Marfest menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0,” kata Program Associate Djarum Foundation Galuh Paskamagma, Sabtu (14/3).

Dia menambahkan, para siswa diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti kelas inspiratif.

Melalui kelas inspiratif itu, siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya.

Menurut Galuh, kelas inspiratif bebas diikuti dan dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan ketertarikannya.

“Hal ini selaras konsep Merdeka Belajar yang sudah  diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus  yang mana para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikan siswa,” kata Galuh.

Galuh menjelaskan, konsep Merdeka Belajar di SMK Raden Umar Said Kudus dimulai pada tahun kedua hingga ketiga.

Pada tahun pertama para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya.

“Konsep Merdeka Belajar ini nantinya akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion,” tutur Galuh.

Sementara itu, penggagas Marfest sekaligus praktisi pendidikan Ita Sembiring mengungkapkan, acara itu digagas untuk menyerukan merdeka belajar.

Menurut dia, merdeka belajar merupakan sebuah paradigma baru yang mendorong kebebasan pada masing-masing institusi pendidikan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

“Otonomi ini diyakini mampu menghasilkan inovasi dan memberdayakan peserta didik agar cepat adaptif dengan dunia kerja,” kata dia. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler