Martapura Jadid Bakal Kalahkan Putrajaya Malaysia

Sabtu, 27 September 2014 – 22:57 WIB
Rencana pembangunan kota baru di Kabupaten Banjar yang dinamai Martapura Jadid. Foto: Ist/Radar Banjarmasin

jpnn.com - SEBUAH kompleks perkantoran dengan luas area lebih dari 100 hektare dibangun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Megaproyek bernama "Martapura Jadid" ini akan memindah semua gedung kantor pemerintahan kabupaten dalam satu kawasan. Konsepnya mirip pusat pemerintahan Malaysia di Putrajaya.

“Bukan hanya memindah gedung perkantoran, tetapi juga membangun sebuah kota baru, Martapura Baru atau Martapura Jadid,” kata Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh kepada wartawan, Jumat (26/9).

BACA JUGA: Teknisi Heli Tewas Telungkup di Atas Toilet Hotel

Dengan posisinya yang strategis sebagai daerah penyangga bagi wilayah sekitar, proyek ini dipastikan akan menstimulasi tumbuhnya wilayah perkotaan baru di Kabupaten Banjar, dengan tetap memperhatikan prinsip tata ruang berwawasan lingkungan. Martapura Jadid akan berada di dua kecamatan, Martapura dan Karang Intan.

Di dalam kawasan ini akan dibangun gedung-gedung perkantoran modern untuk kebutuhan kantor bupati dan sekretariat daerah, balai rakyat (gedung DPRD), kantor-kantor SKPD, Masjid Raya, Balai Agung (convention hall), pasar rakyat dan shopping mall, area restoran dan kafe, perpustakaan, museum, balai budaya, dan bangunan pelengkap lainnya.

BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Harga Sapi Tembus Rp 10 Juta per Ekor

Khairul mengusung konsep eco-friendly and spatial based city development, di mana dari 100 ha kawasan Martapura Jadid tersebut, 50 persen di antaranya adalah ruang terbuka hijau berupa danau, kanal, taman dan hutan kota. “Kehidupan masyarakat Banjar yang akrab dengan air tetap dipertahankan, sehingga kawasan ini akan sangat modern namun bersahabat dengan alam,” kata bupati dua periode ini.

Khairul mengatakan perlu dibangun lebih banyak lagi danau, dam, bendungan, dan tata kelola air yang baik. "Kita perlu menahan agar tidak seluruh air permukaan langsung dibiarkan mengalir ke sungai-sungai, lalu ke laut. Kita harus menahan air untuk keperluan air baku air minum, konservasi alam, perikanan dan pertanian, tentu saja dengan didahului kajian teknis dan lingkungan," ujar Sultan H. Khairul Saleh.

BACA JUGA: Kapolda Resmikan Gedung Sumbangan Pengusaha

Martapura Jadid yang master plan-nya dikerjakan PT Jakarta Rencana Selaras ini akan menjadi kawasan perkantoran yang sangat luas, bahkan dua kali lebih luas dari Putrajaya yang hanya 45 hektare. Lokasinya berada di sebelah timur kota Martapura yang menjadi pusat Kabupaten Banjar sekarang. “Perpaduan modern dengan kekayaan lokal Banjar,” kata Khairul yang juga Sultan Kesultanan Banjar ini.

Bupati yang juga menjabat Sekjen Kerapatan Sultan Raja Se-Borneo ini mengatakan, progress realisasi pembangunan Martapura Jadid tersebut kini sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Meski akan mengakhiri masa jabatan bupati periode keduanya pada Agustus 2015, Khairul tetap bersemangat mengawal proyek monumental yang digagasnya tersebut. Ini dibuktikan dengan dialokasikannya dana Rp150 miliar untuk pembebasan lahan secara bertahap.

Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di wilayah ini juga tersedia sejumlah kawasan industri, di antaranya Kawasan Industri Banjar Gawi Makmur dan Rasmalan Land Jaya, yang didukung juga oleh fasilitas listrik dan telekomunikasi.

“Pembangunan infrastruktur Martapura Jadid ini juga akan mengembangkan ekonomi kerakyatan, di mana semua potensi lokal diberdayakan sehingga tumbuh ekosistem ekonomi yang sehat dan berkembang,” kata Khairul, yang belakangan makin santer dikabarkan termasuk kepala daerah berprestasi yang menjadi calon menteri di kabinet Jokowi-JK. (radarbanjarmasin/fuz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Risma Resmikan Rumah untuk Selamatkan Anak Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler