Marzuki Anggap Rangkap Jabatan Hal yang Lumrah

Senin, 01 April 2013 – 20:16 WIB
JAKARTA--Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini memiliki dua jabatan penting. Selain menjadi Presiden RI, dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie rangkap jabatan itu tak masalah.

Selama ini, kata dia, kader Demokrat banyak yang memiliki jabatan rangkap dan tidak terganggu pekerjaan mereka.

"Kenapa rangkap jabatan salah? Pak Syarif Hasan, Pak Mangindaan dan saya itu adalah kader senior dari PD dan sejak awal tentunya kita juga memegang banyak profesi. Kita punya kapasitas dalam menegamban tugas. Orang yang mempunyai kemampuan leadership tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak untuk menjalankan mesin-mesin politik karena partai itu banyak sekali elemen-elemennya," tegas Marzuki di Kantor Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Ia meyakini Presiden SBY dapat tetap fokus dalam menjalankan roda pemerintahan dan partai. Marzuki pun menampik, SBY melanggar ucapannya sendiri terkait permintaan pada menteri-menteri dari parpol untuk fokus bekerja.

Menurutnya, pesan SBY pada menteri memang sudah seharusnya dilaksanakan, agar tidak ada yang melupakan tugas dan kewajibannya.

"Fokus itu bukan larangan untuk merangkap. Fokus itu kita memprioritaskan tugas kita sebagai pejabat publik artinya enggak ada larangan rangkap jabatan. Kemampuan leadership kita bisa mendelegasikan kewenangan kita kepada orang-orang di partai," tutur Marzuki.

Seperti diketahui, SBY menjadi ketum menggantikan posisi Anas Urbaningrum. Pemilihan ini adalah hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Bali 30-31 Maret lalu. Anas sendiri mundur karena tersangkut kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Didukung Sejuta Tanda Tangan, Mahfud Gak Nolak Jadi Presiden

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler