Masyarakat Diimbau tak Paksakan Diri Melintas Tol Layang

Senin, 23 Desember 2019 – 12:56 WIB
Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Foto: ANTARA/Risky Andrianto/wsj.

jpnn.com, JAKARTA - Tingginya minat masyarakat untuk melintas di Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau Tol Layang Japek II selama beberapa hari terakhir tak bisa dihindari. 

Dalam kondisi normal, jumlah kendaraan melintas mencapai 75 kendaraan/menit, sedangkan untuk kondisi padat bisa mencapai 100 kendaraan/menit.

BACA JUGA: 8 Titik Putar Arah di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Pada puncak periode Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, terjadi antrian di Tol Layang Japek II. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menyatakan bahwa antrian yang terjadi pada Sabtu (21/12) itu selain karena minat masyarakat yang cukup tinggi, juga karena adanya kepadatan tol elevated mendekati Km 48 akibat ada pertemuan dari tol layang dan tol Cikampek. 

BACA JUGA: Bangun Jalan Tol Layang, Pemerintah Dianggap Sudah Penuhi Hak Masyarakat

“Ada penyempitan lajur dari 6 lajur menjadi 4 lajur. Selain itu 500 meter sebelum pintu tol layang banyak bus dan truk yang mengambil di lajur 1 sehingga menghambat kendaraan golongan 1 yang akan masuk ke tol layang. Selain itu, di Km 50 ada rest area kecil kapasitas terbatas dan masyarakat banyak yang ingin masuk rest area sehingga terjadi perlambatan di bahu jalan,” kata Budi.

Karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati jalan tol layang bila kepadatan lalu lintas mulai terlihat. 

“Kami juga minta bagi para pengguna jalan memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan prima dan bensin masih mencukupi. Kami telah berkoordinasi dengan Jasa Marga selaku operator untuk melakukan patroli di tol layang mengenai persediaan BBM darurat bagi masyarakat yang kehabisan bensin saat berada di atas jalan tol layang,” tandas Budi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler