Masih Ada Hujan, Pemudik Diminta Hati-hati

Minggu, 13 Juli 2014 – 05:12 WIB

jpnn.com - KESAMBI - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Jatiwangi memperkirakan hujan ringan masih akan terjadi dalam bulan Juli hingga Agustus. Sehingga menjelang mudik lebaran, masyarakat diimbau agar berhati-hati karena hujan masih akan terjadi.

Peneliti BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Izyin menyebutkan walau pada awal Juli sudah masuk musim kemarau, namun hujan tetap akan turun dengan intensitas yang rendah. Hal itu bisa dilihat dengan turunnya hujan ringan di wilayah Cirebon, dalam beberapa pekan terakhir di bulan Juli.

BACA JUGA: Perbaikan Jalur Tengah Kelar H-10

 "Iya sekarang memang sudah masuk musim kemarau, mulai dari awal Juli kemarin. Tapi pengertian dari musim kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan sama sekali," terangnya kepada Radar Cirebon, kemarin (12/7).

Menurut pria yang akrab disapa Faiz ini, pada bulan Juli masih akan terjadi hujan. Namun jumlah curah hujan per bulannya dibawah 50 mm.

BACA JUGA: Wagub Siap Bongkar Korupsi di Pemprov Babel

Ditambahkannya, prakirakan menurut analisa BMKG, pada awal-awal musim seperti sekarang, hujan masih bisa terjadi, tapi dibawah 50 mm per bulannya. Sehingga hujan harian yang turun juga tidak begitu sering. "Hujan masih ada, itupun dengan intensitas ringan saja," tukasnya lagi.

Faiz menjelaskan masih adanya hujan di awal musim kemarau. Lantaran didukung dengan adanya faktor suhu muka laut di perairan sebelah utara Jawa Barat yang berada dalam kondisi normal-hangat. Sehingga cukup untuk menyuplai penguapan dan membentuk awan-awan hujan pada bulan ini.  

BACA JUGA: Dishub Bekasi Bongkar Perusahaan Otobus Bodong

Diperkirakan, Agustus hujan sudah mulai jarang terjadi. "Walaupun sekali-kali terjadi hujan tapi intensitasnya ringan dan curah hujan per bulan kurang dari 50 mm," jelasnya.

Dengan demikian, potensi hujan masih akan terjadi pada bulan Ramadan hingga Idulfitri. Sehingga masyarakat terutama yang akan mudik lebaran, harus bisa menyiapkan antisipasi dengan membawa jas hujan atau lainnya. Hal ini agar terjadinya hujan tidak lantas membuat para pemudik tertanggu, khususnya yang menggunakan roda dua.

"Kalau kondisi laut utara jawa barat masih normal-hangat, maka kemungkinan bisa menimbulkan awan-awan konfektif berkumpul dan bisa terjadi hujan, walaupun memang intensitasnya tidak sebesar pada musim hujan," terangnya. (jml)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Protes Honorer K2 Diangkat jadi PNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler