Masih Ingat Kasus Epar Wahyudi yang Ditembak Perampok? Ini Kabar Terbarunya

Senin, 09 Mei 2022 – 20:05 WIB
Epar Wahyudi korban perampokan yang kini menggunakan tongkat kaki, karena luka tembak akibat ulah pelaku perampokan. Foto:

jpnn.com, MUBA - Polisi masih terus menyelidiki kasus perampokan yang menimpa Epar Wahyudi warga Desa Letang pada Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 02.30 WIB.

Tiga perampok yang menyebabkan korban mengalami luka tembak itu masih bebas berkeliaran.

BACA JUGA: Dituding Pakai Sabu-Sabu, Caisar YKS: Bawa Happy Saja, Joget-Joget

Korban kini mendesak pihak Polres Muba maupun Polsek Babat Supat secepatnya menangkap para pelaku.

Epar Wahyudi mengatakan kronologi kejadian itu berawal dari para pelaku mengetok pintu rumah.

BACA JUGA: Lihat Baik-Baik Wajah Pemuda Ini, Kelakuannya Sungguh Memalukan

Lalu dibuka, pada saat itu pelaku sudah menyandera adik kandung yang berada di sebelah rumah.

Melihat itu, dia langsung menutup pintu kembali dan menguncinya.

BACA JUGA: 2 Avanza dan 1 Innova Bertabrakan saat Puncak Arus Balik, Lihat Begini Kondisinya

“Pelaku lalu berteriak, kalau kau saya adik kau buka pintu. Nah, setelah itu pelaku mengambil kayu besar menjebol jendela dengan paksa yang akhirnya terali besi terlepas. Saya mengunci pintu dengan maksud menyelamatkan anak dan istri untuk belari keluar rumah," ungkap Epar dihubungi melalui ponselnya.

Dia melanjutkan memang pada saat itu lampu emergency sengaja dimatikan agar pelaku tidak mengetahui keberadaan anak dan istri.

Setelah masuk, anara pelaku dan korban terjadi perkelahian. Pelaku yang sempat menyandera adik kandungnya, masuk kedalam rumah untuk membantu.

“Tiba-tiba bunyi letusan yang ditembak pelaku yang menyandera adik saya, dia langsung tersungkur. Oleh ketiga pelaku langsung dipukulin dan menanyakan dimana uang, lalu dijawab di dalam gerobok lemari."

"Nah, ada pelaku sempat berbicara kok pemain DO buah sawit uangnya sedikit. Di sanalah saya merasa curiga, bahwa pelaku mengenal dirinya, karena mengetahui usaha kerja saya," jelasnya.

Makanya, hingga saat ini, Epar mengakui, bahwa belum ada kabar baik dari Polres maupun Polsek tentang informasi perampokan yang menimpa dirinya.

”Ketika selama sepekan mendapatkan perawatan medis, ada tim dari Reskrim Polres ke rumah. Setelah itu sudah, tidak ada lagi informasi atau kabar," ucapnya.

Epar menegaskan dirinya meminta pihak kepolisian bisa secepatnya menangkap pelaku dan jangan sampai didiamkan.

“Saya harapkan bisa secepatnya tertangkap para pelaku," tukasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Muba AKP Dwi Rio Andrian mengatakan pihaknya saat ini terus berupaya mengungkap kasus tersebut.

BACA JUGA: Pria Bernama Aprianzi Sundana Ini Ternyata Selebgram, Kini Ditahan, Kasus Apa?

”Kami terus berupaya. Keterangan korban sudah diminta, kami berharap bisa secepatnya terungkap dan mohon dukungan serta doanya,“ tandasnya.(muh/palpres)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler