Masih SMP Berlagak Sok Jagoan, Sontoloyo

Selasa, 16 Maret 2021 – 11:17 WIB
Belasan remaja yang diduga ugal-ugalan di jalan diamankan polisi di Mapolrestabes Bandung, Minggu (14/3). Foto: Ist/Radar Bandung

jpnn.com, BANDUNG - Diduga gerombolan bermotor yang kerap ugal-ugalan di jalan, belasan remaja diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Minggu (14/3). Sejumlah kendaraan pun turut diamankan aparat kepolisian.

Belasan remaja tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SMP. Kurang lebih sembilan motor yang diamankan.

BACA JUGA: Petugas Polrestabes Surabaya Ditabrak Mobil yang Membawa 3 Kg Sabu-sabu, Tegang, Wanita Terlibat

Sebagian motor mereka pun terlihat tak dilengkapi dengan pelat nomor serta menggunakan knalpot bising.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang menyampaikan, belasan remaja itu diamankan saat melintas di Jalan Banda sekira pukul 14.30 WIB.

BACA JUGA: Satu Keluarga jadi DPO Polisi Terkait Kasus Pembacokan

“Diamankan satlantas, di Jalan Banda sekira 14.30 WIB,” ungkapnya dilansir dari Radar Bandung, Selasa (16/3).

Sebagian dari mereka yang tertangkap sempat tidak mengaku terlibat aksi ugal-ugalan, tetapi pihak kepolisian mendapatkan bukti melalui video di handphone mereka.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/3) sore, di media sosial pun sempat viral video yang merekam aksi ugal-ugalan kelompok bermotor.

Mereka terekam tengah melintas di daerah Lengkong Kecil dan juga di depan Taman Lalu Lintas. Mereka berkonvoi sambil menggaung-gaungkan knalpot bising. Tampak pula sejumlah pengendara berdiri dan mengibar-ngibarkan bendera.

Seorang penjaga parkir di daerah Taman Lalu Lintas menuturkan, bahwa jalur di daerah tersebut kerap dijadikan perlintasan konvoi kelompok bermotor. Ia pun mengakui, pada Sabtu lalu, sejumlah kelompok bermotor melintas dengan ugal-ugalan.

“Knalpot berisik, terus belok-belok gitu di tengah jalan. Semua badan jalan itu dipenuhi oleh mereka,” katanya.

Ia melanjutkan, sejumlah pengendara lain, termasuk dirinya merasa resah dengan aksi ugal-ugalan tersebut.

Menurutnya itu membahayakan keselamatan pengendara lainnya. Bukan tidak mungkin, aksi ugal-ugalan bisa menimbulkan kecelakaan.

“Saya lihat juga pengendara lain jadi terpaksa berhenti dulu di pinggir jalan. Jelas meresahkan,” katanya. (muh/radarbandung)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler