Masjid Apung Ancol Telan Biaya Rp 50 Miliar

Minggu, 10 November 2019 – 06:11 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia Pusat Jusuf Kalla (tengah), Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali (kanan). Foto : Antara/Fauzi/aa.

jpnn.com, JAKARTA - Proyek pembangunan Masjid Apung Ancol, Jakarta Utara menghabiskan dana sekitar Rp50 miliar. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali.

Dia mengatakan selain desain modern tanpa kubah sebagaimana umumnya masjid, Masjid Apung juga akan memiliki teknologi terkini.

BACA JUGA: Berita Duka, Rifan Meninggal Dunia Dekat Masjid Pagi Ini

Terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pembangunan Masjid Apung ini, dia pastikani tidak akan merusak lingkungan.

"Proses pembuangan limbah tidak terbuang langsung ke laut. Hal itu, baik menyangkut limbah air hujan yang akan ditampung untuk penyiraman, sedangkan untuk limbah jenis lainnya, pihak Jaya Ancol akan menerapkan daur ulang," tutur Sahir.

BACA JUGA: Remaja Ini Nekat Berbuat Terlarang di Pelataran Masjid, Ya Ampun…

Bahan bangunan dari Masjid Apung akan menggunakan material "stainless steel" dan kayu agar bangunan sejuk, serta terdapat beberapa sekat untuk angin keluar masuk.

"Nanti enggak ada AC, kami lewatkan angin ke atas sebagai efisiensi dari energi listrik. Dari air, dengan yang disampaikan oleh Pak JK, (air keluar, red.) dengan sensor, jadi air enggak keluar daur ulang total," sambungnya.

BACA JUGA: Al-Alam, Masjid Megah yang Dibangun di Tengah Teluk Kota Kendari

Teuku mengatakan produksi air sebagian akan menggunakan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) yang bisa memproses air laut menjadi air tawar untuk keperluan masjid.

Proses pembangunan Masjid Apung Ancol direncanakan memakan waktu satu tahun mulai dari pelaksanaan pemancangannya.

Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid itu bangunan unik dan satu-satunya di Jakarta.

Nantinya, area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi mampu menampung hingga 2.500 umat.

Bangunan akan berbentuk segi lima yang mencerminkan rukun Islam serta jumlah waktu salat wajib dalam satu hari.

Tinggi masjid mencapai 25 meter yang melambangkan 25 nabi yang dikisahkan dalam Alquran.

Pada sisi luar masjid akan terdapat enam minaret (menara) yang melambangkan dasar rukun iman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menekankan pembangunan konstruksi harus terus dimonitor.

"Harus on budget, harus on quality, harus on schedule, itu yang harus dipegang," kata dia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler