Massa Diimbau Tak Beraksi di Gedung DPR

Jumat, 04 November 2016 – 15:23 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Massa "Aksi Bela Islam Jilid II" memiliki tujuan akhir di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (4/11). Di sana, massa aksi akan menyerahkan petisi adili Basuki Tjahaja Purnama ke Presiden Joko Widodo.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Koordinator Lapangan Gerakan Nasional Pengawal‎ Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ‎Bahtiar Nasir dalam mengawal massa aksi.‎

BACA JUGA: Stasiun Dipadati Massa Pedemo, Ada Perlakuan Istimewa?

"Mereka merencanakan untuk demo di depan Istana saja. Kemudian nanti setelah salat jumat ada orasi," kata Tito di Monas, Jakarta Pusat.

Di Istana Presiden, kata Tito, perwakilan demonstrasi berjumlah 25 orang akan diterima. Namun, lanjut Tito, bukan Presiden Joko Widodo yang menerima perwakilan tersebut.

BACA JUGA: Buka..! Buka....! Buka Jalannya!

‎"Ada 25 orang delegasi yang masuk ke Istana. Kemungkinan besar akan diterima oleh Menkopolhukam, Mensesneg, dan Menag. Akan hadir juga dari Komisi III DPR," jelas Tito.

Karenanya, dia mengimbau agar pendemo tidak berorasi di Gedung MPR-DPR. Sebab, massa akan membuat kemacetan parah di seputar Semanggi-Senayan.

BACA JUGA: Muslim Tionghoa Ikut Aksi Bela Islam dengan Memungut Sampah

‎"Nanti akan menggagu lalu lintas. Kasihan masyarakat yang lain. Juga teman-teman DPR meminta agar segera aspirasinya diterima. Dan setelah itu membubarkan diri. Kami tidak izinkan rekan pendemo menginap di DPR, karena akan menganggu masyarakat. Tidak ada manfaatnya," kata dia.

Mengenai tuntutan demonstran, kata Tito, pihaknya sudah menggulirkan proses penegakan hukum terhadap Ahok.‎ 

"Saya paham akan permintaan proses penegakan hukum. Itu sudah kami jalankan. Saat ini sudah banyak saksi diperksa," jelas Tito. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ustaz Bachtiar: Semua Siap Damai? Mari Kita Buktikan!!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler