Masuk Tahun Baru Hijriah, Ini Seruan MUI

Selasa, 11 September 2018 – 05:34 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada kaum muslim agar memasuki Tahun Baru 1440 Hijriah dengan penuh keimanan, ketakwaan dan keikhlasan. Juga senantiasa mengharap rida Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang, dan damai.

"Kami berharap semoga di tahun 1440 Hijriah ini bisa meningkatkan amal kebajikan agar bisa memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat manusia, bangsa dan negara," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam pernyataan tertulisnya, Senin (10/9).

BACA JUGA: Waketum MUI: Perang Tagar Pendukung Capres tidak Sehat

MUI juga menyerukan kepada kaum muslim untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i'tidal) dalam menjalankan ajaran agama.

Ini agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama, demi mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah)

BACA JUGA: KH Maruf Beber Sebab Khilafah Ala HTI Tak Laku di Indonesia

MUI, lanjut Zainut, mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan wawasan kebinekaan sejati, menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah).

"Di tahun politik sekarang ini semua pihak khususnya elit politik hendaknya bisa menahan diri dalam mengekspresikan politiknya termasuk dalam menyampaikan pernyataan pendapat agar tidak membuat suasana semakin panas, tegang dan penuh dengan kecurigaan," ujarnya.

BACA JUGA: Mulai Hari Ini KH Maruf Amin Nonaktif dari MUI

Dia melanjutkan, perbedaan pilihan tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat juga menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita.

Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara.

MUI mengingatkan kepada para penyelenggara negara, bahwa tujuan dibentuknya NKRI adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Tujuan yang luhur tersebut, menurut pandangan kami belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, kepada pemerintah harus lebih sungguh-sungguh bekerja dan berpihak kepada kepentingan rakyat kecil sehingga kesenjangan dan ketidakadilan dapat segera diatasi," bebernya.

MUI mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia agar menjadikan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah sebagai tahun kepedulian sosial terhadap sesama.

Untuk hal itu, MUI mengimbau kepada para dermawan (aghniya), pengusaha baik BUMN maupun swasta untuk menggalang solidaritas nasional dalam rangka meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah khususnya di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut tambah Zainut, sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian dan saling menolong antarsesama dalam kebajikan dan ketakwaan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, bahagia, sejahtera lahir dan batin. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MUI Minta Kemenag Bikin Aturan Pemakaian Pelantang di Masjid


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler