Masyarakat Ingin Petugas Medis Lebih Ramah

Senin, 18 Februari 2013 – 08:36 WIB
SENYUM kecut tergambar dari wajah Munawar,  30 tahun, saat baru saja keluar dari antrean pengambilan obat di RSUD Kota Mataram. Wajahnya masih terlihat pucat dan tenaganya belum kembali pulih seperti biasa. Ia merupakan salah satu pasien yang sedang menjalani rawat jalan setelah dirawat di rumah sakit pemerintah ini.

Munawar masih merasakan sakitnya tusukan jarum suntik perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kata dia, yang menanganinya kali pertama di IGD adalah mahasiswa perguruan tinggi kesehatan yang sedang praktik di tempat itu. “Rasanya beda, karena yang suntik itu mahasiswa yang masih magang,” katanya.  

Sebagai seorang pasien, dia tidak bisa protes dan hanya bisa menahan rasa sakit. Ia juga mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari oknum petugas medis yang malah kerap membentaknya. Hal itu membuat dirinya merasa tidak tenang selama perawatan.

“Kalau dari segi fasilitas lumayan. Tapi kenyamanan itu yang kurang. Petugas di sini sering ribut, yang magang dibiarkan menyuntik tapi rasanya sangat sakit. Ada juga petugas yang galak, bahkan ngomongnya kurang sopan,” katanya.

Menurutnya, pasien membutuhkan petugas yang ramah. ‘’Secara tidak langsung, itu bisa membantu proses penyembuhan,’’ katanya.

Ia berharap pelayanan rumah sakit ke depan akan lebih baik. Terutama dalam hal ramah tamah terhadap pasien. Unsur itu menurutnya harus diperhatikan dan yang tidak kalah penting adalah penanganan cepat yang harus dilakukan.

Sementara Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra mengatakan, pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik. Masalah keramahtamahan yang mengganggu kenyamanan pasien, menurutnya sangat subjektif. ‘’Karena karakter orang masing-masing berbeda,’’ ujarnya.
 
Dikatakan, RSUD Kota Mataram sudah memiliki memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam memberikan pelayanan. “Yang jelas SOP harus kita jalankan, meskipun karakter orang itu susah kita paksakan, tapi paling tidak SOP itu dijalankan,” katanya.

Dokter yang biasa disapa dr Jack ini mengatakan, pihaknya tentu akan terus melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksanaan SOP oleh para petugas medis yang ada, termasuk dalam hal pelayanan kepada pasien. (sirtupillaili)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hutan Dialihfungsikan, Banjir dan Longsor Mengancam

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler