Masyarakat Papua Minta Suaka ke PBB

Rabu, 26 Oktober 2011 – 17:07 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Lily Wahid mengungkap dirinya mendapat informasi bahwa masyarakat Papua mendatangi Jakarta dan meminta perlindungan ke kantor PBB yang ada di Jakarta.

"Itu artinya, pemerintah tak bisa selesaikan masalah Papua sehingga masyarakat Papua berdatangan ke Jakarta untuk minta perlindungan PBB di Jakarta," kata Lily Wahid di gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/10).

Dengan meminta perlindungan kepada PBB lanjut Lily, maka mata dunia internasional akan tertuju kepada Indonesia, khususnya Papua"Dengan masuk dan minta perlindungan ke PBB, masalah Papua sudah masuk ke dunia internasional sehingga bisa berujung referendum," kata adik kandung mantan Presiden KH Abdurahman Wahid itu.

Selain itu, kata Lily, Komisi I DPR RI merasa kecewa terhadap Menko Polhukam, Djoko Suyanto karena tidak menghadiri rapat dengan Komisi I DPR RI.

"Komisi I DPR RI sudah melayangkan surat kemarin  untuk rapat hari ini

BACA JUGA: Polisi Tangkap Adik Pelaku Bom Solo

Kita memanggil Menko Polhukam untuk menjelaskan masalah yang terjadi di Papua, tapi tak datang tanpa alasan yang jelas
Sepertinya pemerintah melakukan pembiaran," kata Lily Wahid.

Ditambahkan, dirinya juga mendapatkan informasi bahwa PT Freeport Indonesia sudah mengucurkan dana 14 juta dolar AS untuk mengamankan aset-aset PT Freeport.

"Saya juga dapat berita bahwa 14 juta dolar AS sudah dikucurkan untuk pengamanan aset kepada TNI/Polri

BACA JUGA: Tujuh Provinsi Kepulauan Minta Diistimewakan

Istilahnya, ada uang centeng
Bisa jadi, ada kaitan antara uang centeng 14 juta dolar AS dengan penambahan personil Brimob yang dikirim kemarin," pungkas Lily Wahid

BACA JUGA: Akbar Tandjung: Ical Hanya Butuh Elektabilitas

(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota Polisi Dilarang Jalan Sendirian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler