Mathla'ul Anwar Siap Koreksi Pemerintahan Jokowi-JK

Sabtu, 08 Agustus 2015 – 16:39 WIB
Presiden Jokowi terjebak di tengah kerumuman warga saat menghadiri acara peringatan seabad Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (8/8). Foto: Radar Banten/JPNN

jpnn.com - PANDEGLANG - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (MA) Sadeli Karim menegaskan, ormas Islam yang dipimpinnya siap mengoreksi kepemimpinan Presiden Joko Widodo, bila menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi dan nilai-nilai agama.

"Jika pemerintah baik dan benar maka MA akan berada di barisan paling depan bersama pemerintah dalam bingkai NKRI, tetapi jika pemerintah menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi dan nilai-nilai agama maka MA tidak sungkan-sungkan untuk mengoreksi," ungkap Sadeli saat memberikan sambutan dalam acara peringatan 100 Tahun Mathla'ul Anwar (MA) dan Muktamar XIX di Alun-alun Pandeglang, Sabtu (8/8).

BACA JUGA: Bersepeda Melintasi Rel, Bocah 9 Tahun Tertabrak Benda Besar dan Keras

Sadeli menjelaskan, di usianya yang seabad, MA terus bekerja, bekerja keras untuk membuktikan, bahwa hadirnya MA adalah tempat terbitnya cahaya, yang sesuai dengan arti namanya.

"Yang dimaksud dengan cahaya adalah manusia-manusia cerdas akan ilmu sehingga menerangi masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Waduh, Hendak ke Mobil RI 1, Jokowi Terjebak di Kerumunan Massa

Bagi MA, kata Sadeli, 100 tahun MA merupakan momentum memperbaharui hidup, bukan saja bagi pribadi, melainkan berkehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang fokus pada pelayanan bidang pendidikan, dakwah dan sosial.

"MA adalah ormas Islam yang didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat alim ulama di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang 10 Ramadan 1334 H, bertepatan 1 Juli 1916 Masehi yang saat ini memiliki sekitar 2000 satuan pendidikan, 72 perguruan tinggi di Indonesia, yang tersebar di 30 Provinsi," paparnya.

BACA JUGA: Hadiri Acara Seabad Mathlaul Anwar, Jokowi Dikalungi Sorban

Lebih lanjut, Sadeli menjelaskan, bahwa pada acara ini pihaknya memberikan tema '100 Tahun MA, Mencerdaskan Indonesia', tentunya mendambakan menjadi masyarakat cerdas dan mampu berdaya saing sesuai dengan keinginan para pendiri bangsa ini.

"Untuk itu MA mengajak seluruh pihak, untuk bahu membahu membangun bangsa Indonesia. MA yakin dengan meningkatkan kecerdasan, maka segala yang dihadapi akan diselesaikan dengan arif dan bijaksana," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya berharap agar lembaga pendidikan Mathla'ul Anwar makin menyelaraskan pemahaman ilmu keagamaan dengan ilmu modern.

"Kita ingin alumni Mathla'ul Anwar semakin banyak yang berkecimpung di dunia ekonomi untuk terciptanya kedaulatan ekonomi," ujar Jokowi, di Alun-alun Pandeglang, Sabtu (8/8).

Jokowi menilai, alumni Mathla'ul Anwar yang berkecimpung di dunia dakwah dan pendidikan sudah tidak lagi diragukan. Menurutnya, lembaga pendidikan Mathla'ul Anwar sudah membuktikan kiprah alumninya dalam dunia pendidikan dan dakwah.

Dalam kesempatan tersbut, Jokowi pun mengucapkan terima kasih atas peran aktif Mathla'ul Anwar mencerdaskan dan memberdayakan umat.

"Mathlaul Anwar memiliki modal sosial dan kultural yang besar bagi perkembangan negara ini, modal itu harus dapat diterapkan secara signifikan dalam menghadapi beragam cobaan tanah air saat ini," tegas Jokowi.(radar banten/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati Ulum Minta Pilkada Tasikmalaya tak Diundur ke 2017


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler