Mau Tahu Hal-Hal Unik di Balik Tahun Kabisat? Yuk Simak Ini...

Senin, 29 Februari 2016 – 11:33 WIB
Bumi dilihat dari permukaan Bulan. Foto: NASA

jpnn.com - BULAN Februari tahun ini memiliki hari ke-29. Adanya hari ke-29 di bulan Februari itu hanya berulang setiap empat tahun sekali, atau yang lebih kondang dengan tahun kabisat berdasarkan perhitungan kalender matahari.

Tahun kabisat berarti jumlah hari dalam setahun tidak 365 hari, tapi 366 hari. Angka 366 hari itu merupakan hasil pembulatan.

BACA JUGA: Cara Unik Google Merayakan Tahun Kabisat

Tapi, ada baiknya juga tahu tentang hal-hal terkait tahun kabisat ini. Yuk simak hal-hal ini:

1. Tinjauan Astronomi
Bumi membutuhkan waktu 365,24 hari untuk secara penuh mengorbit memutari matahari dalam setahun. Tapi ada satu hari ekstra yang ditambahkan dalam di sistem kalender Gregorian yang jamak digunakan saat ini. Penambahan hari itulah yang jadi tahun kabisat.

BACA JUGA: Matebook: Laptop Anyar Huawei yang Elegan dan Tahan Lama

2. Secara Teori ada Setiap 4 Tahun Sekali
Meski muncul setiap empat tahun sekali, namun tidak serta-merta tahun yang habis dibagi empat berarti tahun kabisat. Misalnya, tahun 2000 merupakan tahun kabisat.

Namun, tahun 1700, 1800 dan 1900 bukanlah tahun kabisat. Artinya tahun yang habis dibagi 100 tapi tidak habis dibagi 400 bukanlah tahun kabisat. Ini adalah solusi bagi sistem kalender Gregorian yang paling banyak digunakan hingga saat ini.

BACA JUGA: Dipercaya Kemenpar jadi Mitra, Baidu: Ini karena Kami Memahami Wisman Tiongkok

3. Kisah Kaisar Julius dan Paus
Sebelum Kaisar Julius atau Julius Caesar memerintah di Kekaisaran Romawi, masyarakat mengacu pada kalender yang setahun hanya terdiri dari 355 hari. Tapi sistem penanggalan yang belum sempurna membuat warga yang mengacu 355 hari dalam satu tahun kalender menambahkan 22 hari setiap dua tahun sekali.

Demi memudahkan, Julius Caesar memerintahkan ahli astronominya, Sosogenes untuk memunculkan sistem pananggalan baru yang sudah memasukkan pembulatan sebagai kompensasi tambahan jam dalam setahun. Akhirnya, jam ekstra itu ditambahkan menjadi stau hari di bulan Februari.

Selanjutnya Paus Gregorius XIII dan ahli astronominya menyempurnakan sistem penanggalan tinggalan zaman Kaisar Julius. Dari situlah terungkap bahwa jumlah hari dalam setahun ternyata tidak tepat 365,25 hari. Akhirnya pada 1582, dimulailah sistem penanggalan Grogorian.

Tapi itu pun belum sempurna. Sebagai solusinya adalah menghilangkan tiga hari tahun kabisat setiap 400 tahun.

4. Mengapa Februari hanya punya 28 hari?
Di era kekuasaan Kaisar Julius di Roma, bulan Februari punya 30 hari. Namun, Agustus hanya punya 29 hari.  Juli yang diambil dari nama sang kaisar  punya 31 hari.

Namun, Kaisar Agustus yang naik takhta menggantikan Julius Caesar berang karena urusan jumlah hari di kalender. Kaisar Agustus tak mau bulan Agustus hanya terdiri dari 29 hari.

Akhirnya ditambahlah jumlah hari di bulan Agustus menjadi 31 hari agar sama dengan Juli.  Dan sebagai kompensasinya maka jumlah hari di Februari dikurangi. Hanya karena sikap iri Kaisar Agustus maka Februari sampai kini hanya punya 28 hari.

5. 29 Februari Jadi Hari Kaum Wanita Bisa Melamar Pria
Hanya satu hari seorang perempuan bisa melamar pria. Ada legenda popular yang muncul dari abad kelima. Seorang biarawati di Irlandia bernama St Bridget mengeluh ke St Patrick. Keluhannya adalah mengapa kaum perempuan harus menunggu telalu lama untuk dilamar.  St Patrick lantas mengeluarkan dekrit bahwa kaum perempuan bisa melamar pada 29 Februari.

6. Bagaimana jika lahir pada 29 Februari?
Peluang bagi seseorang terlahir pada 29 Februari adalah 1 berbanding 1461. Untuk urusan ulang tahun saat di luar tahun kabisat, orang-orang yang lahir pada 29 Februari bisa memilih untuk merayakannyapada 28 Februari atau 1 Maret,

7. Ada berapa orang yang terlahir di tahun kabisat?
Saat ini diperkirakan ada 4,1 juta orang yang terlahir pada 29 Februari. Ada beberapa tokoh yang terlahir pada 29 Februari. Sebut saja Paus Paulus III yang terlahir pada 1468, sastrawan Inggris, John Byron yang terlahir tahun 1692, serta komposer musik Italia, Gio Gioachino Rossini  yang terlahir 1960.

8. Olimpiade, Penyakit Langka dan Perkawinan
Olimpiade musim panas selalu digelar pada tahun kabisat. Olimpiade yang akan datang bakal  digelar pada Agustus di Rio de Janeiro, Brasil.

Selain itu, hal menarik dari tahun kabisat adalah 29 Februari yang dijadikan Hari Penyakit Langka. Hari itu pertama kali dicanangkan pada 2008.

Sementara di Yunani, pantang bagi pasangan untuk menikah pada 29 Februari. Mereka meyakini ada hal-hal sial dengan pernikahan di tanggal 29 Februari.

Tapi sebuah kota bernama Anthony di Amerika Serikat justru memproklamirkan diri sebagai ibu kota tahun kabisat di dunia. Mereka menggelar perayaan tahun kabisat setiap empat tahun sekali.

9. Penggunaan Tahun Kabisat di Luar Sistem Penanggalan Gregorian
Sistem penanggalan moderen Iran juga mengenal tahun kabisat. Mereka menambahkan delapan hari sebagai pembulatan setiap 33 tahun.

Sedangkan kalender nasional India punya sistem lebih unik. Jumlah hari dalam enam bulan pertama (semester I) dalams setiap tahun terdiri dari 31 hari. Sedangkan jumlah hari di bulan-bulan semester kedua adalah 30 hari.(bbc/telegraph/reuters/ara)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keren! Robot Gantikan Pekerja Pabrik Kamera


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler