Mayjen Maruli Simanjuntak Pelepas Dahaga Rakyat Bali, NTB Hingga NTT

Kamis, 18 November 2021 – 23:35 WIB
Mayjen Maruli Simanjuntak. Foto: Dok Dispenad

jpnn.com, JAKARTA - Ketersediaan air bersih menjadi masalah utama di sejumlah daerah di Bali, NTB, dan NTT, bahkan untuk sekadar cuci tangan seperti anjuran di masa pandemi Covid-19, susah dilakukan.

Merespons fenomena itu, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak selaku Pangdam IX Udayana memfokuskan ketersediaan air bersih sebagai salah satu programnya.

BACA JUGA: Mayjen Maruli: Kelak di Pundak Mereka Kejayaan Bangsa akan Ditentukan

Maruli menceritakan kisah para prajuritnya berjuang membantu ketersediaan air bersih saat ditemui wartawan di Bali beberapa hari lalu.

“Sebagian warga Bali, NTB, dan NTT masih sulit untuk mendapatkan air bersih. Mereka harus berjalan kaki berkilometer, bahkan terpaksa harus naik-turun bukit. Itu mereka lakukan tiap hari,” kata Maruli dalam siaran persnya, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Mayjen Maruli Simanjuntak Sebut 4 Kunci Penanganan Pandemi

Mantan Danpasampres ini mengatakan bahwa pihaknya mulai pemetakan. Sebanyak 168 titik menjadi prioritas pertama.

Sebagian mengandalkan mata air dan sebagian lagi dari sungai. Masalahnya sama, mata air dan sungai tersebut lokasinya jauh, bahkan sangat jauh dari pemukiman warga.

BACA JUGA: Mayjen Maruli Simanjuntak: Semua yang di Kodam IX/Udayana Memiliki Andil

“Kami menyiapkan pompa, kemudian mengalirkan air bersih melalui pipa, hingga dekat pemukiman untuk dibuatkan penampungan air bersih,” ujar Maruli.

Dalam prosesnya para prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa) harus berjibaku menyusuri hutan di tengah lembah, untuk membangun tempat penampung air hingga memasang pipa.

Bahan material seperti semen dan bagian mesin pompa, harus dibawa ke lokasi menggunakan tali, dari ketinggian ke sumber air di lembah.

Setelah bak semen penampung air selesai dan mesin pompa dipasang, kesulitan berikutnya adalah pemasangan pipa.

Dari 168 titik pompa hidrolik di wilayah Bali, NTB, dan NTT yang direncanakan sebagai prioritas pertama, setidaknya sudah 60 titik yang sudah selesai dikerjakan. Hal ini sudah mendekatkan warga dengan air bersih.

Maruli mengakui salah satu kunci penting program Air Bersih untuk Bali, NTB, dan NTT adalah prajurit Babinsa

“Prajurit Babinsa ada di tiap desa. Ada pula seorang prajurit Babinsa, untuk 1-2 desa, karena terjadi pemekaran desa. Babinsa itulah yang sehari-hari secara langsung menyerap aspirasi warga desa,” kata dia.

Selain membangun pompa untuk air bersih, Maruli memerintahkan anak buahnya membangun pompa skala besar untuk areal pertanian. Salah satunya membangun pompa hidram di Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, Bali.

Menurutnya sumber tenaga pompa hidram itu menggunakan gravitasi, tidak menggunakan aliran listrik. Pompa hidram berskala besar mampu mengairi areal pertanian seluas 220 hektar di Kecamatan Selemadeg Timur, khususnya di Subak Lanyah Delod, Bali.

Maruli pun mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang sudah berdonasi.

“Upaya penyediaan air bersih hanya bisa dilakukan melalui kerja sama semua pihak di negeri ini,” pungkas dia. (cuy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler