Mayjen TNI Widodo: dari Tempat Ini Lahir Prajurit Korps Marinir yang Tangguh

Sabtu, 06 Agustus 2022 – 23:42 WIB
Sebanyak 273 prajurit remaja Korps Marinir TNI AL mengikuti prosesi pembaretan di Pantai Baruna, Jawa Timur, Sabtu. ANTARA/ HO Dinas Penerangan Korps Marinir TNI AL

jpnn.com, SURABAYA - Setelah menjalankan tahapan pendidikan yang berat selama 12 bulan, 273 prajurit remaja Korps Marinir TNI AL menyandang baret ungu setelah dilakukan pembaretan oleh Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

Dari 273 prajurit remaja, 25 orang merupakan perwira remaja AAL Angkatan LXVII dan 248 tamtama remaja Angkatan XLI/I Korps Marinir TNI AL.

BACA JUGA: Kolonel Chairudin Berikan Arahan Serius, Para Marinir Pegang Senjata, Lihat

"Upacara pembaretan bukanlah sekadar rangkaian seremonial semata, namun, merupakan salah satu implementasi pembinaan tradisi kultural dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam bentuk pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan, kehormatan diri dan kencintaan korps," kata dia dalam keterangan pers di Surabaya, Sabtu.

Dia mengatakan pembaretan yang berlangsung di Pantai Baruna Kondang Iwak, Desa Tulungrejo, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu diiringi gemuruh ombak besar yang tak pernah berhenti menghantam kerasnya karang hitam yang kokoh di Pantai Baruna.

BACA JUGA: Rumah-Kendaraan Warga di Mulyorejo Jember Dibakar, Brimob, Reskrim, Sabhara Dikerahkan

"Dari tempat inilah lahir dan dikukuhkan prajurit remaja Korps Marinir yang tangguh, militan, serta pantang menyerah," ujarnya.

Sebelum menyandang baret ungu, kata dia, para prajurit telah lulus tahapan tahapan pendidikan yang berat selama 12 bulan ditempa mulai dari Puslatdiksarmil.

BACA JUGA: Brigjen TNI Sembiring: Saya Akan Bertanggung Jawab Bila Ada Prajurit yang Terlibat

"Selain itu juga mengikuti pelatihan di Kodikmar dengan 90 hari latihan meliputi tahap komando, tahap laut, tahap hutan, gerilya lawan gerilya dan lintas medan sejauh 300 kilometer yang dikenal dengan lintas medan Banyuwangi-Surabaya, serta kursus pemantapan selama satu bulan di Komando Latih Korps Marinir melengkapi bekal ilmu sebagai pasukan pendarat Korps Marinir," ujarnya.

Dia menyampaikan salah satu pembuktian TNI AL sangat serius dalam membangun kekuatan Matra Laut menjadi lebih profesional, modern dan tangguh selaras dengan tujuan dan penekanan Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono.

Disampaikan juga bahwa pemakaian baret ungu Korps Marinir TNI AL tidak hanya sebagai simbol identitas diri, namun mengamanahkan tuntutan untuk selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan Korps dalam tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan bangsa dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Konsekuensi, menjadi seorang prajurit Korps Marinir TNI AL menuntut tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur tuntunan prajurit Korps Marinir TNI AL," katanya.

Hal ini, kata dia, sebagai landasan moral dalam setiap penugasan oleh karena itu, jaga dan pelihara kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit-prajurit petarung yang profesional, religius, humanis dan handal di segala medan operasi, memiliki karakter, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebenaran dan kejujuran, serta rela untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

“Selamat bergabung di Korps Baret Ungu, kalian adalah pasukan pendarat, camkan itu. Dari pantai kalian menyerbu dituntut untuk bertempur dan nyawa sebagai taruhannya. Jangan cengeng, jadilah prajurit militan dan profesional," katanya.

Turut hadir pada acara pembaretan Danpasmar 2, Dankodikmar, Kadepmar AAL, Dankolatmar, Danlanmar Surabaya, Dankolak serta Dansatlak jajaran Pasmar 2. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswa SMP Tewas Ditusuk di Sekolah, Pelakunya Tak Ada yang Menyangka


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
TNI   Marinir   TNI AL   Angkatan Laut  

Terpopuler