Mayor Ivy Sudah Siapkan Nama Untuk Anak Ketiga

Kamis, 11 Februari 2016 – 14:57 WIB
Diana Fitri (tengah), istri Mayor Pnb Ivy Safatillah. Foto: dok/Radar Jogja

jpnn.com - DIANA Fitri (34) sesekali menyeka air matanya. Ya, siapa yang tak sedih ditinggal orang yang mencintai dan dicintai. Diana adalah istri dari Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah (37), pilot Super Tucano TT 3108 milik TNI AU yang jatuh di Blimbing, Malang, Rabu (10/2).

Di rumah duka, di Jalan Perintis Kemerdekaan No 2, RT 28/007, Pandeyan, Umbulharjo, Jogja, kemarin, Diana terus didampingi kedua orangtuanya. Sementara dua putranya Dafa Firasandi Zain (9) dan Aqsha Irfan Maulana (7) seperti belum mengetahui kondisi terakhir ayahnya.

BACA JUGA: KPK Tangkap Buronan Kejati Kalteng

Diana mengatakan, bertemu terakhir dengan suaminya pada Senin pagi (8/2). Saat itu Mayor Ivy hendak berangkat menuju Malang untuk kembali bertugas. Diana menjelaskan, sebelumnya Mayor Ivy pulang ke Jogja pada Jumat sore (5/2). Di akhir pekan itu, Mayor Ivy menyempatkan bermain dengan anaknya dan bertemu keluarga besar.

”Mas Ivy pulang seminggu sekali. Jumat sampai ke Jogja, Senin pagi berangkat ke Malang lagi,” katanya, seperti dikutip dari Radar Jogja, Kamis (11/2).

BACA JUGA: PKS: Audit Semua Pesawat TNI AU

Komunikasi terakhir sang istri dengan almarhum adalah Rabu pagi (10/2). Sebelum terbang, Ivy sempat menelepon Diana dan menanyakan kondisi kedua anaknya serta janin dalam kandungan Diana. Ivy pun memastikan kedua anaknya, Rasya dan Aqsa sudah berangkat sekolah. 

”Ya teleponan seperti biasa. Dia bilang mau terbang jam 07.00, saya pesan untuk hati-hati. Saya tidak menyangka itu terakhir berkomunikasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Honorer K2 Gagal Lagi Bertemu Jokowi

Diana mengetahui kabar meninggalnya suaminya sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, menurutnya, kondisinya masih simpang siur. Teman-temannya banyak yang menanyakan melalui pesan singkat (SMS). ”Habis itu nyetel TV, dari situ saya tahu, kalau sudah tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, sang suami adalah sosok yang perhatian dengan keluarga dan tidak pernah egois. Selalu mengajarkan anak-anaknya sifat sebagai laki-laki. ”Mengajarkan tanggung jawab sebagai laki-laki. Baik sama semua orang, juga sayang dengan putra-putranya,” tuturnya.

Putra pertama almarhum, Dafa Firasandi Zain, seperti belum mengetahui apabila ayahnya telah meninggal. Bocah berbadan gemuk itu mengatakan, dia bertemu terakhir dengan ayahnya pada Senin (7/2).

Dia mengaku kalau lutut kanannya sakit selepas jatuh dari sepeda pada Minggu sore kepada sang ayah. Murid kelas 3 di SD Rejowinangun itu mengaku dekat dengan ayahnya. Dia juga mengatakan, sang ayah sudah menyiapkan nama untuk adiknya yang masih di kandungan. 

”Namanya Ronggolawe,” ujarnya. (riz/ila/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Belum Menyerah, Honorer K2 Lanjutkan Aksinya Besok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler