Mbak Intan Harapkan Lokalisasi di Pantura Dipertahankan

Selasa, 24 Januari 2017 – 20:08 WIB
Foto/ilustrasi: para pemandu lagu karaoke. Foto: dokumen Radar Banyumas

jpnn.com - jpnn.com - Sejumlah warga yang tinggal di Lokalisasi Gang Sempit (GS), Desa Maribaya Kecamatan Kramat dan Peleman Desa Sidaharjo Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal menolak penutupan kedua tempat prostitusi tersebut. Sebab, selama ini mereka menggantungkan hidup dari kawasan esek-esek di jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa itu.

"Kalau sampai ditutup, lalu para penghuni lokalisasi mau cari penghasilan darimana lagi," kata Cahyoko (40), salah seorang penghuni Lokalisasi GS seperti diberitakan radartegal.com.

BACA JUGA: Pasutri dan Pemuda Masuk Kamar Indekos, Selanjutnya...

Menurutnya, jika pemerintah hendak menutup lokalisasi, sebaiknya harus dipikirkan matang-matang. Sebab, penghuni di lokalisasi tidak hanya para pekerja seks komersial (PSK), tapi juga pedagang, tukang ojek, pencuci baju dan juru parkir.

Selama ini mereka mencari nafkah di tempat tersebut. Untuk itulah pemerintah harus berlaku adil jika mau menghentikan aktivitas di kawasan lokalisasi wilayah pantura. "Prinsipnya, kami menolak rencana penutupan lokalisasi," kata pria berkumis ini.

BACA JUGA: Oh Evelyn, Rela Dijamah demi Uang Kuliah

Hal senada juga diungkapkan salah satu PSK di Lokalisasi Peleman, Intan (19). Perempuan berambut panjang itu menuturkan, penutupan lokalisasi sama saja menutup rezeki para penghuninya.

Dia pun berharap ke Pemkab Tegal agar membatalkan rencana penutupan. Sebab, warga yang mencari nafkah di lokalisasi tidak sedikit. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 1000 orang.
Mereka tentunya juga memiliki anak yang masih membutuhkan biaya sekolah dan makan. Jika lokalisasi ditutup, dipastikan mereka akan hidup telantar.

"Kalau saya sih gak masalah, karena saya dapat bantuan dari pemerintah (kalau ditutup). Status saya juga janda dan tidak punya anak. Tapi saya kasihan terhadap para pedagang atau tukang cuci baju, dan tukang parkir. Mereka masih punya anak kecil yang membutuhkan biaya besar," tutur wanita berhidung mancung dan berkulit putih ini.

BACA JUGA: Ada Fosil Keong Berusia Jutaan Tahun, Nih Fotonya

Sementara pengurus Lokalisasi Peleman, Ozin mengaku pasrah jika pemerintah berencana menutup tempat tersebut. Dia tidak bisa berbuat banyak karena itu memang aturan dari pemerintah pusat.

Hanya saja, dia berharap kepada pemerintah supaya semua penghuni lokalisasi diberi bantuan, termasuk para pedagang, tukang cuci baju, tukang parkir, pembantu wisma, pengurus lokalisasi, dan mucikari. "Pemerintah harus adil, jangan cuma PSK saja yang dapat bantuan," ucapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Aditya Zulton mengaku sepakat jika semua penghuni lokalisasi mendapat bantuan. Utamanya para pedagang dan tukang cuci baju, serta tukang parkir.

Politikus muda yang akrab disapa Adit itu menegaskan, mereka tentunya memiliki keluarga yang harus dinafkahi. "Mereka juga harus diperhatikan," tegasnya. (yer/zu//jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duarrr... Petir Penyambar, Taumi Terkapar


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler