Medan dan 3 Daerah Ini Belum Bisa Melaksanakan Vaksinasi Booster, Ini Penyebabnya 

Rabu, 12 Januari 2022 – 13:30 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis. (ANTARA/HO)

jpnn.com, MEDAN - Sebanyak empat kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) belum bisa melaksanakan vaksinasi booster. Keempat daerah itu, yakni, Kota Medan, Padang Sidempuan, Kabupaten Deli Serdang dan Padang Lawas. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis mengungkapkan keempat daerah tersebut belum bisa melaksanakan vaksinasi booster karena capaian vaksinasi untuk masyarakat lansia belum mencapai target.

BACA JUGA: Cegah Omicron Masuk Medan, Bobby Nasution Memerintahkan Jajarannya Bereaksi Cepat

"Peraturan dari Kemenkes, syarat vaksinasi lansia harus mencapai target 60 persen. Keempat daerah itu belum mencukupi target," ujar Ismail Lubis kepada wartawan. 

Mantan kepala Dinkes Mandailing Natal itu menyebut syarat lain pelaksanaan vaksinasi booster itu, yakni sudah mencapai target vaksinasi tahap satu dan dua 70 persen.

BACA JUGA: Konon Ada Warga Inggris Terpapar Omicron, Dinas Kesehatan Sumut Bilang Begini

Ismail menjelaskan manfaat dari vaksin booster, yakni untuk menambah imunitas dalam menangkal virus. 

Dinas Kesehatan Sumut, kata Ismail, telah menyiapkan sejumlah vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi booster. 

BACA JUGA: Vaksinasi Booster Dimulai Hari Ini, Diprioritaskan untuk Lansia, tidak Ada Kick Off Nasional

"Kami punya stok vaksin Pfizer, stoknya ada 239 ribu dosis," jelasnya. 

Bagi masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi booster, Dinas Kesehatan Sumut telah menyiapkan sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUPH Adam Malik, RS Haji, RS Jiwa Ildrem dan UPT Rumah sakit Khusus Mata dan Paru serta puskesmas-puskesmas rujukan lainnya.  

"Untuk puskemas dan faskes itu tergantung daerahnya masing-masing," pungkas Ismail Lubis. 

Seperti diketahui, pemerintah mulai melakukan pelaksanaan vaksinasi booster atau vaksin dosis ketiga mulai hari ini,  (12/1). Adapun yang menjadi prioritas mendapatkan vaksinasi booster ini ialah lansia dan kelompok rentan. (mcr22/jpnn)


Redaktur : Boy
Reporter : Finta Rahyuni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler