Megawati Ingatkan Kader PDIP di Sumbar Tak Sendiri, Kekuatan akan Dikerahkan untuk 2024

Minggu, 03 Juli 2022 – 01:00 WIB
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggelar konsolidasi kader partai se-Sumatera Barat (Sumbar) guna memantapkan pemenangan Pemilu 2024. Foto: DPP PDIP

jpnn.com, PADANG - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggelar konsolidasi kader partai se-Sumatera Barat (Sumbar) guna memantapkan pemenangan Pemilu 2024.

Pada kesempatan itu, Hasto menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa kader di Sumbar akan dibantu untuk bergerak.

BACA JUGA: PDIP: Tjahjo Kumolo Sosok Legendaris yang Setia Mendampingi Bu Mega

Konsolidasi itu dilakukan di kantor DPD PDIP Sumatera Barat di Kota Padang, Sabtu (2/7) malam. Ratusan pengurus dan kader PDIP Sumbar dipimpin ketuanya Alex Indra Lukman. Hadir juga kader PDIP yang juga Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

“Sebelum berangkat ke sini, saya tadi menghadap ke Bu Mega. Bu Mega sampaikan salam kepada saudara sekalian, seluruh kader PDI Perjuangan di Sumatera Barat, dari pengurus DPD, DPC, ranting, hingga satgas partai,” kata Hasto.

BACA JUGA: Bu Mega Berduka atas Kepergian Tjahjo, Kantor PDIP akan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Politikus asal Yogyakarta itu menerangkan Megawati menyampaikan semua kader pasti mengalami banyak tantangan di Sumatera Barat ini.

“Ibu Mega bilang anda tak sendiri. Karena kita adalah kesatuan kekuatan kebangsaan yang menyatu dari Aceh hingga Papua, menyatu di bawah panji-panji Nasionalis Soekarnois yang menjadikan rakyat sebagai inti kekuatan Partai,” ujarnya.

BACA JUGA: Wayan Sudirta PDIP Dukung Pengaturan Ganja untuk Kepentingan Pengobatan

Hasto mengingatkan semua pemimpin lahir dari proses ujian, termasuk para kader partai. Bahkan sebagai bangsa, Indonesia mengalami gemblengan dan ditempa oleh revolusi.

“Bung Karno dan Bung Hatta saja dibuang di masa penjajahan. Namun ketika mengalami hambatan, pemimpin takkan pernah hilang api perjuangannya,” kata Hasto.

Doktor geopolitik dari Universitas Pertahanan itu memberi teladan dari Bung Karno, bagaimana saat dibuang di Bengkulu, mengalami bagaimana susahnya kultur yang ada. Namun, Bung Karno tak berhenti dan akhirnya memenangkan hati rakyat.

“Apa yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta adalah kualitas seorang pemimpin yang tak berhenti bergerak di tengah kondisi apa pun,” kata Hasto.

Hasto juga menceritakan teladan kerja keras dari Megawati saat Orde Baru. Presiden Kelima RI itu bergerak ke rakyat di bawah intaian mata-mata rezim.

“Layaknya tower telepon, apa yang dilakukan Bu Mega dengan keliling Indonesia melantik koordinator kecamatan, bagaikan memasang banyak tower sinyal. Hampir di seluruh Indonesia, sehingga akhirnya pada 1999 menjadi parpol pemenang pemilu,” kata Hasto.

Hasto menilai gerakan Soekarno dan Megawati, membuktikan berpolitik itu adalah bergerak ke rakyat bukan kepada elite.

Hasto meminta kader PDIP harus mencari ide-ide baru untuk menembus batasan untuk semakin dekat dengan rakyat. “Idea over opinion. Itu yang pertama,” kata Hasto.

Kedua ialah imajinasi yang berkaitan dengan kepentingan partai.

Ketiga ialah spirit juang. Hasto mengatakan untuk mencapai ide dan imajinasi itu, harus dengan spirit juang untuk mencapai tahapan-tahapan yang menang harus dilewati.

“Spirit akan melahirkan tekad yang akan melahirkan tindakan strategis. Tanpa anda sadari, kalau itu anda lakukan, maka anda akan mencapainya,” ujarnya.

Hasto juga meminta masyarakat Sumbar bergerak dengan tradisi Islam yang begitu kuat.

"Pahami itu dan bergerak ke bawah, dan selami kehidupan rakyat. Ketika semua dilakukan dengan niat baik, maka rakyat pasti akan menerima kita. Dengan pergerakan seperti itu, partai meyakini bisa memenangkan pemilu tiga kali  berturut-turut. Kekuatan kita kalau disatukan akan menjadi kekuatan dashyat," pungkas Hasto. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Tak Masalah Timnas Israel Main di Indonesia, Asalkan…


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler