Megawati Sarankan Masyarakat Laporkan Penyelenggara Nakal di Pemilu

Senin, 15 April 2019 – 20:37 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto : Ist for JPNN.com

jpnn.com, BANTEN - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta para kadernya untuk berani bersuara bila ada petugas pemilihan yang tak memberikan hak pilih kepada warga negara.

Megawati menyatakan, warga negara memiliki hak untuk memilih saat pemilu, dan berkewajiban untuk tidak golput.

BACA JUGA: Yakin Menang Pilpres dan Pileg, PDIP Serukan Rekonsiliasi

BACA JUGA : Megawati : Jangan Terpesona dan Tergiur dengan Barang Baru

Semua hak dan kewajiban itu sudah diatur dalam Konstitusi yakni UUD 1945.

BACA JUGA: Ingat, Dilarang Dokumentasikan Kegiatan di Bilik Suara

"Kalau memang masyarakat punya animo memilih, sudah mendaftar untuk mencoblos, ya harusnya dikasih. Tak usah banyak alasan," kata Megawati di Kantor DPD PDI Perjuangan Banten, Senin (15/4).

BACA JUGA : Megawati Minta Pendukung Tidak Takut Ancaman

BACA JUGA: KPU Sebut Ada Potensi Kecurangan Pemilu

Kepada para kader PDIP, Megawati mengingatkan agar benar-benar memahami aturan yang sudah ditetapkan dari konstitusi hingga tingkat peraturan KPU.

"Setiap warga negara punya hak yang sama di mata hukum. Jadi kalau tak diberi hak memilih, protes boleh, mengadu boleh. Saya lihat kemarin di Sydney, di Hongkong, laporkan saja," kata Megawati.

BACA JUGA : Megawati: Kenapa Rakyat Ditakut-takuti Jangan Pilih Jokowi?

Presiden Kelima RI ini mendesak kadernya itu untuk memperjuangkan keadilan. "Saya katakan, untuk apa kita masuk parpol kalau tidak membela kebenaran?" lanjut Megawati.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menambahkan pihaknya memang mendorong agar hak memilih dan dipilih yang dijamin konstitusi benar-benar dilaksanakan.

"Siapa pun warga negara yang punya hak memilih harus diberikan. Bila C6 (formulir undangan, red) tak diberikan karena ada yang mengerahkan RT/RW melakukan demikian, maka warga bisa datang dengan hanya membawa KTP," kata Hasto.

Seluruh kader PDIP diminta untuk bersatu dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April.

"Selain itu, bagi para ibu, siap-siap membuat dapur umum, menyediakan nasi bungkus dan makanan, minuman, kepada kader kita yang bertugas sebagai saksi," kata Hasto.

Dia memaparkan pada saat masa kampanye kemarin pun, PDIP menyediakan dapur umum. (tan/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasto Sebut Kampanye Prabowo Sudah Tidak Laku di Bandung


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler