Membedah Arti Penting KUR Bagi Petani Garam

Minggu, 21 April 2019 – 09:40 WIB
Rumah garam di Bangkalan. FOTO : JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur Mohammad Hasan menyatakan, program kredit usaha rakyat (KUR) yang disediakan perbankan bisa membantu petani dalam mengakses permodalan di lembaga keuangan.

’’Untuk mengembangkan usaha, lumayan memakan biaya,’’ kata Hasan, Jumat (19/4).

BACA JUGA: Aturan Anyar BI Bikin Likuiditas Perbankan Kian Longgar

Saat ini penyaluran KUR kepada petani garam kian gencar. Petani garam memerlukan tambahan modal untuk investasi teknologi baru, yakni geoisolator.

Melalui teknologi anyar tersebut, produktivitas petani garam diharapkan meningkat.

BACA JUGA: Bobol Kartu ATM, Kerabat Jauh Prabowo Ganggu Dunia Perbankan

Hasan mencontohkan, modal yang dibutuhkan petani garam menjelang masa panen sekitar Rp 25 juta.

Jika ditambah investasi peralatan untuk geoisolator Rp 15 juta, totalnya mencapai Rp 40 juta.

BACA JUGA: Kolaborasi Bank dan Fintech Sasar Semua Kalangan

Oleh karena itu, KUR bisa meringankan petani ketika membutuhkan modal.

’’Selama ini permodalan dari tengkulak. Jadi dengan perjanjian jual beli garam, walaupun harganya di bawah standar pasar,’’ ujar Hasan.

Dengan adanya KUR, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak dan bisa mendapatkan harga yang lebih bagus.

Tahun ini panen diperkirakan mulai akhir Juni. Perkiraan itu mengacu pada kondisi cuaca yang diprediksi normal. Saat ini para petani garam masih menyiapkan lahan.

’’Mei ini sudah butuh modal untuk persiapan turun lahan,’’ kata Hasan.

Jika cuaca normal sama seperti 2018, hasil produksi bisa sama, bahkan meningkat, seiring dengan peningkatan pemakaian geoisolator di seluruh tambak. (res/c15/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penerbitan Surat Berharga Negara Gencar, Gerak Perbankan Terbatas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler