Menag Kecam Perlakuan India Terhadap Umat Muslim

Sabtu, 29 Februari 2020 – 06:30 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi saat konferensi pers di Komisi VIII DPR, Kamis (30/1). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, PANGKAL PINANG - Menteri Agama Fachrul Razi Batubara mengecam keras perlakuan tidak adil pemerintah India terhadap umat Islam di negara tersebut.

"India memberikan status kewarganegaraan kepada semua imigran bermacam-macam agama, kecuali beragama Islam," kata dia usai menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkalpinang.

BACA JUGA: Terkait Konflik di India, Komisi I DPR Desak Kemenlu Segera Mendata WNI

Menurut dia, pernyataan pemerintah India itu sebagai tidak adil bagi umat Islam dan hal itu mengganggu pemikiran serta hati nurani semua orang.

"Kami beranggapan penyataan ini bukanlah ajaran agamanya, hanyalah sikap dari pemerintah dan kelompok-kelompok tertentu yang ada di India," ujarnya.

BACA JUGA: Dubes India Klaim Banyak Berita Palsu soal Kerusuhan di New Delhi

Dia mengatakan dua hari yang lalu, berdiskusi dengan Sekjen Liga Dunia Islam, Syekh Abdul Karim Al Isya.

Pada kesempatan itu, dia banyak bercerita tentang Islam moderat, terbuka, berkemajuan, dan Islamphobia.

Islam fobia itu, katanya, kelompok-kelompok orang yang mendengar Islam saja sudah antisekali.

"Pada saat itu, saya bertanya, menurut anda (Syekh Abdul Karim Al Isya, red.) apa penyebabnya, dan dibilang banyak orang belum memahami Islam dan di dalam hati saya juga disaat itu, banyak orang Islam yang memberikan pengertian Islam yang salah kepada umat agama lain," katanya

Oleh karena itu, dia meminta MUI mengajak dunia untuk kembali berpikir tentang bagaimana memberikan pelajaran umat di dunia tentang Islam yang sebenarnya, sehingga Islamphobia secara perlahan-lahan hilang.

"Indonesia yang memiliki umat Islam di dunia atau MUI boleh mencoba sebagai motor mengajak semua negara-negara dan organisasi Islam di dunia untuk kembali Islam dan tunjukkan kepada dunia Islam itu seperti ini. Jadi apa ditunjukkan oleh si A dan B itu salah," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler