Menag Usulkan Habib Idrus Jadi Pahlawan Nasional

Tertarik Konsep Wisata Halal

Selasa, 09 Oktober 2012 – 16:32 WIB

jpnn.com - JAKARTA-Ulama ternama asal Palu, Habib Idrus bin Salim Aljufry diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA) saat mengunjungi Pondok Pesantren Alkhairaat di Palu, Sulawesi Tengah belum lama ini. Habib Idrus bin Salim Aljufry yang juga pendiri pondok pesantren itu memang layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Karena sepak terjang tokoh Palu itu pada kemerdekaan bangsa. Dakwah kakek Menteri Sosial Salim Segaf Aljufry ini, kata dia, dikenal membangun kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui pendidikan hingga pelosok desa dan membantu pemerataan sosial serta pendalaman keagamaan. “Almarhum adalah tokoh Islam besar di Indonesia Timur.

Beliau penyebar agama dan sangat patut dihormati. Beliau layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujar Menag jelang Haul Guru Tua Habib Idrus bin Salim Al Jufry belum lama ini. Sematan gelar itu dinilai SDA bukan hanya menunjukkan gengsi tokoh pembaharu di daerah. Tapi juga sebagai penghormatan atas jasa dakwahnya di pedalaman Sulteng dan daerah lainnya.

“Meski kewenangan itu ada di dewan gelar yang mengkaji tokoh-tokoh nasional, saya akan mendorongnya jadi pahlawan. Beliau layak,” katanya. Guru Tua menjadi sebutan bagi Habib Idrus yang merupakan ulama Hadramaut. Beliau hijrah ke Indonesia untuk menjaga benteng pertahanan akidah Islam di Sulawesi dari rongrongan ancaman misionaris Kristen.

Beliaulah pendiri Yayasan Alkhairaat, yang kini terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, MI, MTs, MA hingga universitas. Lembagalembaga pendidikan Islam Al-Khairaat berpusat di Kota Palu dan menyebar ke daerah sekitar, menjadikannya sebagai pintu gerbang dakwah Islam di Kawasan Timur Nusantara. Sementara itu, mencuatnya konsep wisata halal yang digelontorkan Kementerian Pariwisata da Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendapat banyak respon. Kementerian Agama (Kemenag) pun menyambut gembira konsep tersebut.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abdul Djamil memastikan dukungan wisata halal itu. Bahkan, perlu segera direalisasikan. Wisata halal memberikan kepastian bagi para turis yang butuh informasi berbagai produk halal. Sekaligus menguatkan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim. “Wisata halal itu kan lebih mempopulerkan kuliner Indonesia. Jadi sangat berkaitan memberikan tambahan halal pada wisata kuliner tersebut,” ujarnya di Jakarta. Dia menambahkan, dukungan itu bakal diwujudkan pada upaya menginformasikan ke wisatawan tentang produk halal.

Kemenag memiliki peran tersebut. ”Salah satu bagian kementerian ini adalah pemberdayaan produk-produk halal. Tak pelak, pengiriman informasi tentang produk halal intens kami kirim ke seluruh kanwil Kemenag di Indonesia,” jelasnya. Fungsinya, lanjut Djamil, agar masyarakat luas mempunyai informasi lengkap tentang produk-produk halal yang telah bersertifikat dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Sedangkan obyek wisata halal sendiri diurus kementerian terkait. Kita membantunya melalui sosialisasi dan kolaborasi LPPOM MUI terkait. Meski tak secara spesifik tentang tempat wisatanya,” tandasnya. Dia pun mengimbau jika peluang pasar bagi produsen produk halal semakin terbuka lebar. Maka, selayaknya sertifikasi halal bagi pemilik rumah makan yang bakal dimasukkan pokja wisata halal mengurus prosesnya, sehingga mereka memasangnya agar masyarakat ikut peduli produk halal. (rko)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Belajar Ilmu Ikhlas

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler