Menaker Beberkan Empat Komitmen Joint Ministerial Declaration ADD ke-VI

Rabu, 27 Oktober 2021 – 20:20 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan pertemuan Abu Dhabi Dialogue (ADD) ke-VI menghasilkan berbagai komitmen. Foto: Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan pertemuan Abu Dhabi Dialogue (ADD) ke-VI menghasilkan berbagai komitmen.

Ida Fauziyah menyebutkan Menteri Ketenagakerjaan sepakat mengadopsi empat komitmen bersama di antara menteri dari negara pengirim (country of origin) dan negara penerima (country of destination) pekerja migran.

BACA JUGA: Kemnaker, Depenas, dan BP LKS Tripnas Duduk Bareng, Bahas soal Upah Minimum 2022

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Joint Ministerial Declaration (JMD) yang digelar di Dubai, Persatuan Emirat Arab, pada Rabu (27/10).

"Selain itu, dalam agenda juga digelar Awards Ceremony dan serah terima jabatan Chair kepada Pakistan sebagai Chair ADD selanjutnya," kata Ida Fauziyah.

BACA JUGA: Kemnaker Gencar Tingkatkan Kompetensi Calon Pekerja

Ida Fauziyah menambahkan dalam ADD juga telah menelurkan lima rekomendasi, yakni memberikan dan meningkatkan akses keadilan bagi pekerja migran.

Kedua, memfasilitasi dan meningkatkan mobilitas keterampilan antara negara-negara asal dan negara-negara tujuan dalam menanggapi perubahan lanskap pekerjaan.

Lalu, mengatasi tantangan COVID-19. Keempat, pengintegrasian gender ke dalam kebijakan promosi pekerjaan.

"Kelima membina kerja sama internasional, intraregional dan antarregional," ungkapnya.

ADD merupakan forum berhimpunnya 12 negara pengirim dan 6 negara-negara penerima pekerja migran, dan 2 negara peninjau. Ke-20 negara anggota Forum Abu Dhabi Dialogue adalah Afganistan, Bangladesh, China, India, Indonesia, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

Sedangkan enam negara teluk destinasi yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Malaysia, serta dua observers yakni Swedia dan Swiss. Pemerintah Indonesia cq. Kemnaker merupakan salah satu pemrakarsa terbentuknya forum Colombo Process.

Ida Fauziyah menegaskan pertemuan ADD merupakan momentum tepat bagi Pemerintah RI untuk mempromosikan strategi Indonesia dalam melindungi dan memberdayakan para pekerja migran.

Menaker Ida Fauziyah didampingi Kepala Biro Kerja Sama Kemnaker, Arif Hidayat.

Forum Menteri Negara Anggota ADD yang merupakan pertemuan reguler 2 tahun sekali. Pada tahun ini digelar oleh Persatuan Arab Emirat (United Arab Emirates) sebagai Keketuaan yang dilaksanakan secara hybrid.

Dua tahun lalu, dilaksanakan forum konsultasi ADD ke-V yang diketuai oleh Sri Lanka, dan Keketuaan periode 2 tahun ke depan, akan dipegang oleh Pakistan pada ADD ke-VII.

Empat komitmen bersama dalam JMD yakni:

1. Antisipasi lanskap perubahan pekerjaan menghadapi perubahan dunia kerja, khususnya bagi pekerja migran perempuan

2. Ketrampilan pekerja migran dan sharing data pekerja migran di antara negara anggota (sending and receiving countries)

3. Pemanfaatan teknologi menuju pekerja migran yang adil, tertib, dan aman

4. Kontribusi ADD dalam Global Consultations on Migration. (jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler