Menaker Dorong Inovasi Ketenagakerjaan Sesuai Potensi Daerah

Senin, 30 April 2018 – 20:54 WIB
Menaker Hanif Dhakiri saat menjadi pembicara dalan acara Silaturahim Alumni Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal, Senin (30/4). Foto: Istimewa

jpnn.com, KENDAL - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyatakan, berbagai inovasi dan kreativitas masyarakat sangat diperlukan untuk mendorong pembangunan ketenagakerjaan.

Namun begitu, berbagai inovasi dan kreativitas tersebut hendaknya disesuaikan dengan potensi daerah.

BACA JUGA: Menaker Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Riang Gembira

Menurut Menteri Hanif, pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan non formal dengan santri yang datang dari berbagai daerah.

Oleh karenanya, santri harus membiasakan diri untuk berinovasi dan hidup kreatif agar kelak ketika pulang ke daerah asal dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat daerah.

BACA JUGA: Menaker Meriahkan Gerak Jalan May Day di Tangerang

"Saya juga ingin mendorong kalau santri-santri melakukan inovasi, maka basisnya adalah tempat dimana berada. Di desanya, di kampungnya, itu yang harus diinovasi," kata Menteri Hanif saat menjadi pembicara dalan acara Silaturahim Alumni Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal, Senin (30/4).

Menteri Hanif menambahkan, dunia berubah dengan cepat, salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi dan informasi.

BACA JUGA: Kemenaker Siapkan Skema Perlindungan bagi Pekerja Milenial

Bagi Menteri Hanif, inovasi dan kreativitas adalah kunci bagi santri dan masyarakat secara umum untuk bisa bertahan di tengah perkembangan zaman.

"Nah tentu, saya sering sampaikan bahwa dasarnya tetap karakter, dasarnya tetap akhlak, adab," tutur Menteri Hanif.

Untuk mendorong pengembangan potensi daerah melalui inovasi dan kreativitas tersebut, Menaker berpesan agar kapasitas santri harus terus ditingkatkan.

"Kehadiran tempat-tempat pelatihan di pesantren juga menjadi penting. Agar santri ini lebih kuat kewirausahaannya, dan bisa membantu masyarakat desa keluar dari kemiskinan," ujar Menaker.

Menaker juga berpesan agar pesantren juga mengembangkan lembaga pelatihan vokasi, baik yang dikembangkan secara mandiri maupun dikerja samakan dengan lembaga pelatihan lain.

Lembaga pelatihan, lanjut Menaker, secara khusus lebih mengakomodir kebutuhan akan peningkatan skill dibandingkan lembaga pendidikan formal.

Karena, lembaga pelatihan memiliki karakteristik jangka waktu pelatihan yang lebih pendek dibandingkan pendidikan formal.

Dengan begitu, tuntutan akan skill yang fleksibel dan responsif terhadap cepatnya perubahan zaman dapat diakomodir melalui lembaga pelatihan.

"Dan di sini, pelatihan vokasi menjadi penting karena jangka pelatihannya pendek," paparnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menaker Minta Perguruan Tinggi Inovatif Mengembangkan SDM


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Menaker   Kemnaker  

Terpopuler