Menaker Ida Ajak Santri Ikut Berkontribusi Manfaatkan Bonus Demografi

Senin, 25 Oktober 2021 – 15:38 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyakini dengan banyaknya jumlah usia produktif membuat Indonesia berpotensi besar mendapatkan bonus demografi yang puncaknya terjadi pada 2030.

Saat ini, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan didominasi usia produktif, yaitu usia antara 14-64 tahun. Jumlah usia produktif itu mencapai 70 persen dari jumlah penduduk.

BACA JUGA: Menaker Ida Bekali Santri Milenial dan Gen Z dengan Keterampilan Digital

"Saya percaya dan yakin bonus demografi akan kita raih," kata Menaker Ida saat berkunjung ke Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat, Minggu (24/10).

Dia mengingatkan untuk mendapatkan bonus demografi dibutuhkan serangkaian persyaratan, seperti penduduk usia produktif memiliki kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi.

BACA JUGA: Kemnaker, Depenas, dan BP LKS Tripnas Duduk Bareng, Bahas soal Upah Minimum 2022

"Kita akan masuk menjadi negara maju di tahun 2045 kalau mempersiapkan dengan baik, termasuk Pesantren Bina Insan Mulia yang akan mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju yang memiliki kedisiplinan yang tinggi dan etos kerja yang tinggi," ujarnya.

Menaker mengatakan jumlah usia produktif yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga menjadi bonus demografi dan bukan sebaliknya menjadi bencana demografi.

BACA JUGA: Menparekraf Sandiaga Uno Titip Pesan Penting kepada Santri di Aceh

"Tidak semua negara mendapatkan bonus demografi," tegasnya.

Sejumlah negara yang pernah mendapatkan bonus demografi seperti Jepang, China, dan Korea Selatan.

Bonus demografi mengantarkan ketiga negara tersebut menjadi negara maju.

"Dan tidak sedikit juga yang gagal memanfaatkannya seperti Afrika dan Brazil," beber Menaker Ida.

Dia meyakini jika berhasil meraih bonus demografi, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045 atau 100 tahun setelah kemerdekaan Indonesia dapat terwujud.

"Nantinya Indonesia menjadi negara maju terbesar ketiga di dunia yang pertumbuhan ekonominya tinggi, yang tidak ada orang miskin di Indonesia, yang kemiskinannya nol persen," ujar Menaker Ida.

Menaker Ida juga percaya khususnya Pesantren Bina Insan Mulia turut berkontribusi tidak hanya mencetak santri-santri yang memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga memunculkan santri-santri yang menguasi teknologi digital.

Negara ini menurut Menaker Ida, tidak hanya membutuhkan banyak teknokrat.

"Kita juga butuh konten-konten YouTube yang juga kontennya kesantrian. Kita juga butuh inovator-inovator baru yang juga santri," sebut mantan anggota DPR itu.

Dia berharap ada kontribusi santri untuk mewujudkan Indonesia 2045 menjadi negara maju. (mrk/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler