Menaker: Reformasi Birokrasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kamis, 17 Juni 2021 – 21:15 WIB
Menaker Ida Fauziyah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku terus mengoptimalkan kinerja petugas Pengantar Kerja yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal itu dilakukan untuk menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat akibat pesatnya perkembangan teknologi serta menekan angka pengangguran.

BACA JUGA: Menaker: Pengantar Kerja Ujung Tombak Kesuksesan Lompatan Besar Kemnaker

"Masyarakat sangat familiar dengan aplikasi smartphone yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam menerima informasi pasar kerja dan dunia kerja," ujar Menaker Ida saat membuka sekaligus menyampaikan arahan pada acara “Sinergitas Pengantar Kerja Pusat dalam Era Digitalisasi,” di Novotel Hotel, Bogor, Jawa Barat, Rabu, (16/6).

Ida menyebut kehadiran secara fisik saat ini berkurang dan menjadi tidak penting. Apalagi di masa pandemi covid-19. Dia menjelaskan pilihan penggunaan aplikasi sekarang ini sangat dibutuhkan.

BACA JUGA: Menaker Ida Colek Pengusaha, Jangan Lupa dengan SE soal Penanggulangan Covid-19

Oleh karena itu, pengantar kerja dapat menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu memberi warna baru dalam budaya organisasi.

“Saya sungguh sangat antusias dengan tema kegiatan ini. Karena dalam situasi pandemi covid-19 kita tetap produktif," katanya.

BACA JUGA: Menaker Ida Fauziyah Kepada Pengusaha: Utamakan Keselamatan Pekerja

Dia juga mengatakan, koordinasi yang kuat dan berkesinambungan antara Pengantar Kerja di Kementerian Ketenagakerjaan maupun di BP2IP itu sangat diperlukan karena banyak masalah.

Oleh karena itu, dia mendorong agar para Pengantar Kerja menyesuaikan cara pandang dan berpikir, agar tidak tertinggal dan mampu memenangkan kompetisi di pasar global.

“Saya berharap bisa menjadi ujung tombak penempatan kerja. Memiliki peran sangat strategis dan penting dalam menyukseskan lima dari sembilan lompatan besar Kemnaker,” ungkapnya.

Kelima lompatan besar yang terkait dengan penempatan tenaga kerja tersebut, papar Ida, yakni: Ekosistem Digital SIAPKerja, Link and Match Ketenagakerjaan, Pengembangan Talenta Muda, Transformasi Kewirausahaan, dan Perluasan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Dirjen Binapenta dan PKK Suhartono mengatakan, dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, Pejabat Fungsional Pengantar Kerja perlu dibekali dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan baik hard skill sesuai era digitalisasi maupun kemampuan soft skill melalui pelatihan pembentukan sikap kerja.

Hal itu untuk bisa memberikan pelayanan penempatan tenaga kerja yang optimal kepada masyarakat.

“Sampai saat ini jumlah Petugas Antar Kerja yang sudah diberikan bimbingan teknis pelayanan penempatan tenaga kerja oleh Kemnaker (Direktorat Bina Pengantar Kerja) sebanyak 200 orang,” kata Suhartono. (ddy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler