Menarik Nih! Ada Program Terbaru Kemendikbudristek untuk Siswa SMA Sederajat

Rabu, 15 Juni 2022 – 22:04 WIB
Kemendikbudristek punya program terbaru untuk siswa SMA sederajat yang akan diberlakukan mulai tahun ini. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) punya program menarik bagi siswa SMA sederajat.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin Ardi Marwan, mulai tahun ini peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Indonesia berkesempatan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana atau S-1 di berbagai universitas di Jerman.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Tingkatkan Kompetensi Guru Sekolah Adat, Ada Honorernya

“Keputusan ini dikeluarkan Pemerintah Jerman (The Standing Conference of the Ministers of Education and Cultural Affairs atau KMK) yang disampaikan langsung kepada KBRI Berlin,” kata Ardi, Rabu (15/6).

Bukti telah diakuinya ijazah SMK dari Indonesia, lanjut Ardi, juga dapat dilihat di situs resmi Anabin.

BACA JUGA: Juknis PPPK 2022 Belum Turun, Guru Lulus PG Sudah Keder

Basis data Anabin menampilkan daftar informasi seluruh institusi dan jenjang pendidikan yang telah dievaluasi di Jerman hingga kini oleh Central Office for Foreign Education (Zentralstelle fur auslandisches Bildungswesen/ZAB/Kantor Pusat Pendidikan Asing).

Berbekal basis data Anabin, calon peserta didik dapat mencari informasi mengenai apakah kualifikasi akademik yang dimilikinya diakui di Jerman.

BACA JUGA: Instruksi Terbaru dari Kemendikbudristek, Ada soal PTM

Setelah pemerintah Jerman mengakui ijazah SMK, diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Jerman akan meningkat pesat di tahun-tahun mendatang.

Terlebih lagi saat ini Indonesia menghasilkan sekitar 1,5 juta lulusan SMK setiap tahunnya.

Dilanjutkan Ardi, sebelum keputusan ini terbit, ijazah sekolah menengah tanah air yang diakui pemerintah Jerman hanya ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan/atau Madrasah Aliyah (MA).

“Para lulusan SMA/MA dari Indonesia yang ingin studi S1 di Jerman disyaratkan untuk mendaftar dan mengikuti program preparatory college atau studienkolleg (STK) selama dua semester di berbagai institusi pendidikan negeri atau swasta di Jerman,” tambah Ardi.

Adapun syarat mengikuti program STK adalah ijazah SMA/MA dan sertifikat kompetensi bahasa Jerman minimal di level B2.

Menurut Ardi, ada juga institusi yang mensyaratkan B1 dan C1, tetapi jumlahnya tidak banyak.

“Jadi, umumnya level bahasa Jerman B2 sudah memadai,” terang Ardi.

Jenis program STK yang diambil bergantung pada program studi S-1 yang menjadi pilihan calon mahasiswa. Sebagai contoh, untuk program teknik, sains dan matematika, jenis program STK yang diambil adalah T.

Berbeda dengan program bisnis, ilmu sosial dan ekonomi, program STK-nya adalah W.

Program kedokteran, biologi dan farmasi, mensyaratkan program STK dengan kode M, sedangkan untuk program humaniora, desain/seni, program STK-nya adalah G.

Terakhir, untuk program/jurusan bahasa, program STKnya adalah S.

Seusai menempuh studienkolleg selama dua semester, para peserta wajib mengikuti asesmen akhir yang disebut Feststellungsprufung (FSP).

Setelah lulus FSP, maka calon mahasiswa bisa mendaftar dan menempuh studi S-1 di kampus tujuan.

Hingga kini, diterangkan Atdikbud Ardi, hampir semua universitas negeri di Jerman menerapkan kebijakan no tuition fee kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional.

Sedikit berbeda dengan SMA/MA, calon mahasiswa yang akan mendaftar dengan ijazah SMK harus sudah menempuh studi di universitas di Indonesia selama satu tahun baru kemudian mendaftar program STK.

Persyaratan ikut program STK tidak berlaku jika calon mahasiswa pemegang ijazah SMA dan SMK telah menempuh pendidikan program sarjana di Indonesia selama minimal empat semester atau dua tahun.

“Dengan kata lain, mereka langsung dapat mendaftar pada program sarjana yang menjadi tujuan studinya di Jerman,” ucap Ardi.

Ardi juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar delapan ribu pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman.

Selain terkenal dengan biaya pendidikan yang murah, Jerman juga menawarkan keindahan alam dan berbagai fasilitas publik inklusif yang dapat diakses seluruh masyarakat.

Mahasiswa yang studi di Jerman juga mendapatkan kesempatan untuk kerja paruh waktu dan yang paling menarik adalah setelah menyelesaikan pendidikannya, mereka diberikan kesempatan untuk mencari kerja di Jerman. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikbudristek: Tidak Ada Paksaan Bagi Kepala Sekolah 


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler