Mencekam, Kendaraan Melintasi Jalan Tambang Freeport Diimbau Pakai Antipeluru

Jumat, 17 Januari 2020 – 23:08 WIB
Mobil pengawalan Delta Zone PT. Freeport ditembaki KKB di Mile 60, Sabtu (30/11). Foto: ANTARA/HO/Pendam XVII Cenderawasih

jpnn.com, MIMIKA - Jajaran Kepolisian Resor Mimika, mengimbau seluruh kendaraan yang melintasi ruas jalan tambang PT Freeport Indonesia, menghubungkan Timika menuju Tembagapura wajib menggunakan fasilitas antipeluru atau armor.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata, mengatakan penggunaan fasilitas antipeluru pada seluruh kendaraan rute Timika-Tembagapura maupun sebaliknya, untuk mencegah adanya korban jiwa menyusul terjadinya teror penembakan yang diduga didalangi kelompok kriminal bersenjata (KKB).

BACA JUGA: Prediksi 2020: KKB Masih Mengancam Ketenteraman di Papua

"Pascakejadian penembakan terhadap kendaraan karyawan di Mile 53 pada Senin (13/1) lalu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Freeport terkait dengan informasi intelijen yang ada. Salah satunya yaitu penggunaan mobil armor. Penggunaan kendaraan-kendaraan armor itu untuk lebih membuat aman warga terutama karyawan maupun aparat agar menghindari korban jiwa," kata AKBP Era Adhinata.

Kapolres meyakini teror penembakan yang diduga didalangi KKB Kali Kopi pimpinan Joni Botak, bertujuan untuk menebarkan teror dan ancaman kepada karyawan maupun aparat, bahwa kelompok sipil bersenjata itu masih eksis hingga sekarang ini.

BACA JUGA: Baku Tembak TNI vs KKB di Nduga Hingga Malam, 1 Prajurit Terluka

"Tentu KKB ingin memberi pesan kepada semua pihak bahwa mereka masih ada, sehingga kita harus selalu waspada dan meningkatkan pengamanan sesuai dengan standar operasi prosedur," jelas AKBP Era Adhinata.

Di beberapa lokasi yang rawan penyerangan oleh KKB, tambah Era, kepolisian akan memasang perimeter-perimeter untuk menghalangi upaya KKB terus menebar teror penembakan.

BACA JUGA: Pernyataan Sikap Pansus Papua terkait Baku Tembak TNI vs KKB

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw beberapa waktu lalu di Timika menyebut salah satu solusi untuk meminimalisasi terulangnya kembali teror penembakan di ruas jalan poros tambang Freeport, yaitu dengan membuat perimeter atau pagar di beberapa titik yang rawan teror penembakan.

Penyerangan oleh KKB, terjadi pada Senin (13/1) lalu, sekitar pukul 08.42 WIT, di mana konvoi kendaraan PT Freeport diberondong tembakan di sekitar Mile 53, ruas jalan poros yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura.

Berondongan tembakan itu mengenai dua unit kendaraan bus pengangkut karyawan, masing-masing bus bernomor lambung 140487 dan 140419. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler