Mendag Zulhas dan Menteri Juan Carlos Bahas Hubungan Dagang Indonesia-Peru, Ini Hasilnya

Minggu, 28 Mei 2023 – 19:55 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Juan Carlos Mathews Salaza guna membahas hubungan dagang kedua negara, Kamis (25/5). Foto: Dokumentasi Biro Humas Kemenag

jpnn.com, DETROIT - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) membahas sejumlah hal penting saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Juan Carlos Mathews Salaza di Detroit, Amerika Serikat (AS), Kamis (25/5).

Pertemuan antara Mendag Zulhas dan Menteri Juan Carlos berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible For Trade/APEC MRT), 25–26 Mei 2023.

BACA JUGA: Bertemu Menteri Perdagangan Kanada, Mendag Zulhas Percepat Penyelesaian Perundingan ICA–CEPA

Dalam kesempatan itu, Mendag Zulhas mengajak pemerintah Peru untuk meningkatkan komitmen perdagangan dengan Indonesia, yaitu melalui perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia–Peru CEPA.

Menurut Mendag Zulhas, hal tersebut penting guna mengintensifkan perdagangan kedua negara tanpa melibatkan pihak ketiga atau hub.

BACA JUGA: Mendag Zulkifli Hasan Ajak Menteri Perdagangan APEC Perkuat Sistem Perdagangan Multilateral

Mantan Ketua MPR itu juga mendorong agar tim perunding kedua negara dapat segera memproses persiapan peluncuran perundingan Indonesia–Peru CEPA.

Ajakan yang disambut baik Menteri Juan Carlos ini akan menjadikan Indonesia memiliki perjanjian CEPA keduanya dengan negara Amerika Latin setelah Chile.

“Indonesia mendorong tim perunding agar dapat segera menyelesaikan terms of reference perundingan, sehingga perundingan perdagangan antara Indonesia dan Peru dapat segera dimulai," kata Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas menyampaikan pelaku usaha kedua negara pun akan dapat memanfaatkan keuntungan perjanjian untuk semakin mendorong kinerja perdagangan kedua negara.

Sementara itu, Menteri Juan Carlos sangat menyambut baik adanya rencana jalinan hubungan dagang dengan kerangka CEPA tersebut.

Dia mengatakan Peru telah memiliki banyak kerja sama perdagangan bebas dengan banyak negara, tetapi belum memiliki kerja sama dengan Indonesia.

Karena itu, menurut Menteri Juan Carlos, momentum untuk mengusung Indonesia-Peru CEPA ini akan menjadi saatnya Peru memiliki kerja sama perdagangan bilateral dengan Indonesia.

Mendag Zulhas dan Menteri Juan Carlos sepakat untuk segera mengumumkan peluncuran perundingan Indonesia-Peru CEPA.

Dalam kesempatan itu, Mendag Zulhas juga mengundang Menteri Juan Carlos mengunjungi Indonesia.

Sekilas Perdagangan Indonesia–Peru

Pada 2022, total perdagangan Indonesia dan Peru mencapai USD 554 juta.

Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Peru sebesar USD 443 juta dan impor Indonesia dari Peru USD 112 juta.

Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 331 juta.

Adapun pada Januari–Maret 2023, total perdagangan Indonesia–Peru tercatat USD 134,8 juta atau meningkat 36,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022.

Adapun nilai ekspor Indonesia pada Januari–Maret 2023 senilai USD 109,6 juta dengan impornya USD 25,2 juta sehingga Indonesia surplus sebesar USD 84,4 juta.

Pada 2022, komoditas ekspor utama Indonesia ke Peru antara lain kendaraan bermotor, pupuk mineral atau kimia, alas kaki, kertas tisu, serta kertas dan karton.

Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Peru antara lain biji coklat, pupuk mineral atau kimia, batu bara, buah anggur, dan ekstrak sayuran. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler