Mendagri Singgung Bajak Kader, Begini Reaksi Wasekjen Golkar

Selasa, 28 November 2017 – 19:16 WIB
Golkar dukung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Foto: Fathra/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait 'pembajakan' kader partai politik jelang Pilkada Serentak 2018 menuai polemik.

Pernyataan itu kini dikritik Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman.

BACA JUGA: Khofifah Sudah Kirim Surat ke Jokowi, Isinya?

"Saya pikir mendagri tidak perlu baper (terbawa perasaan-red) dan mari jadikan setiap situasi sebagai alat intropeksi ke dalam diri dan partai kita masing," ucap Maman melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (28/11).

Tjahjo sebelumnya menyinggung soal pembajakan kader partai lain untuk diusung di Pilkada 2018, di Surabaya pada Senin (27/11).

BACA JUGA: Poros Baru Takut Lawan Gus Ipul dan Khofifah di Pilgub Jatim

Mantan sekjen DPP PDIP Perjuangan itu menilai kaderisasi partai tak ada gunanya jika akhirnya dibajak partai lain.

Isu pembajakan kader partai ini mencuat setelah DPP PDIP merasa kadernya Emil Dardak yang menjadi Bupati Trenggalek, dibajak untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018.

BACA JUGA: Demokrat Belum Tertarik Kursi Menteri Sosial

Selain Demokrat, Golkar ikut merekomendasikan pasangan ini untuk melawan pasangan Saefullah Yusuf-Azwar Anas.

Namun demikian, Maman memandang hal itu sebagai bagian dari konsekuensi iklim berdemokrasi di Indonesia.

Fenomena itu, menurutnya. tidak hanya terjadi di PDIP.

"Kejadian seperti itu bukan hanya terjadi di PDIP, tetapi terjadi hampir di semua partai terutama Partai Golkar. Tapi kalau Golkar mencoba untuk meresponnya sebagai alat introspeksi ke dalam. Kalau sampai ada kader ingin pindah keluar kan berarti ada sesuatu," pungkasnya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Setuju Jika Khofifah Mundur


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler