Mendapat Kado di HGN 2020, Guru Honorer Lebih Fokus Mengajar

Kamis, 26 November 2020 – 09:57 WIB
Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang pro-tenaga pendidik dan kependidikan honorer mendapat respons positif dari berbagai organisasi guru.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi, kebijakan berupa bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1,8 juta per orang merupakan kado untuk hari guru nasional (HGN) 2020 dan HUT PGRI ke-75.

BACA JUGA: Respons Nadiem Makarim soal Permintaan Format Khusus PPPK untuk Guru Honorer K2, Oh Ternyata..

"PGRI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Mendikbud, Menkeu, MenPAN-RB, juga Komisi X DPR RI atas perhatianya kepada guru, dosen, dan tenaga kependidikan honorer dengan memberikan bantuan tambahan penghasilan kepada mereka di era pandemi ini," tutur Unifah, Rabu (25/11).

Dia menyebutkan, perjuangan panjang PGRI agar honorer diberikan perhatian kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi telah mendapat respons baik dari pemerintah.

BACA JUGA: Satriwan P2G: Honor Guru Honorer Horor Banget!

Presiden Jokowi dan Mendikbud Nadiem Makarim mendengarkan aspirasi para guru honorer sehingga mengeluarkan kebijakan BSU. 

"Ini merupakan kado  bagi guru, dan tenaga kependidikan dalam menyambut ulang tahun mereka," ujarnya.

BACA JUGA: Uang Mengalir ke Rekening Staf Bini Edhy Prabowo, Bahagiakah punya Tas Mewah?

Kepada seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan, Unifah mengimbau untuk mendidik dengan  kesungguhan, kasih sayang serta mendorong semangat belajar pada anak didik. 

Sama halnya dengan Pendidikan dan Guru (P2G). Menurut  Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengungkapkan, saat ini banyak guru honorer digaji Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per bulan.

Itu sebabnya kesejahteraan guru honorer di sekolah swasta dan negeri harus ditingkatkan.

Perhimpunan guru mendorong Pemda memberikan upah guru honorer minimal setara UMP/UMR, sehingga kisah guru honorer yang tragis sebab kesejahteraannya sangat minim tidak terjadi lagi. 

"Sebagai organisasi guru, P2G banyak diisi oleh guru-guru honorer, yang upahnya hanya Rp500 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan. Di sisi lain mereka tetap dituntut sempurna dan profesional dalam melaksanakan tugas,"ungkap Satriwan.

Itu sebabnya, P2G mengapresiasi Kemendikbud yang memberikan BSU kepada seluruh guru honorer dan tenaga kependidikan.

"Harus jujur diakui, kebijakan tersebut sangat membantu guru khususnya di masa pandemi ini. Dan kebijakan Mas Nadiem jadi kado di HGN 2020 

Sementara Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, (IGI) Muhammad Ramli Rahim, mengatakan BSU sangat diperlukan para guru non-PNS. Ini untuk mendukung proses pembelajaran agar bisa terus berjalan. 

"Para guru bisa berkonsentrasi mengajar tanpa memikirkan asap dapur mereka," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler