Mendes PDTT Minta Desa Melaporkan Rencana & Kegiatan Konvergensi Stunting

Sabtu, 29 April 2023 – 18:40 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) saat memaparkan 7 alasan penting revisi UU KPK dibutukan, simak baik-baik . Foto: Humas Kemendes PDTT.

jpnn.com, JAKARTA - Desa memiliki peran strategis dalam pendekatan konvergensi stunting yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan serentak terhadap kualitas gizi masyarakat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan peran penting desa akan meningkatkan perbaikan gizi pada ibu hamil dan balita yang menjadi sasaran prioritas program pencegahan stunting.

BACA JUGA: Gus Halim: Desa Berperan Strategis dalam Konvergensi Stunting untuk Ibu Hamil dan Anak

Peran strategis desa dalam konvergensi stunting, di antaranya dilaporkan desa dalam pencairan dana desa.

"Desa wajib melaporkan rencana dan kegiatan konvergensi stunting saat pencairan dana desa periode terakhir," katanya, Sabtu (29/4).

BACA JUGA: KKB Bakar Rumah Warga, Suasana Sempat Mencekam

Dia berharap desa berperan dalam kebijakan konvergensi stunting untuk ibu hamil serta untuk anak di bawah dua tahun.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini memaparkan data profil desa yang setiap tahun dikumpulkan untuk pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) menunjukkan bahwa pada 2022 di desa ada sebanyak 3.036.289 ibu hamil, dan 5.332.928 anak di bawah 2 tahun.

BACA JUGA: Orang Tua Jangan Takut Berikan Telur atau Ikan agar Anak Terhindar dari Stunting

Dari data tersebut, sebanyak 169.584 ibu hamil menerima bantuan penanganan khusus dalam tenggat waktu satu bulan.

"Namun, masih ada 169.584 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis sehingga mereka mendapat kunjungan rumah bulanan," sebut Gus Halim.

Sementara data anak di bawah umur 2 tahun, rinciannya sebanyak 2.931.289 anak telah mendapat imunisasi dasar lengkap.

Selanjutnya 3.541.272 anak ditimbang rutin bulanan, serta 3.459.769 anak diukur tinggi badan dua kali dalam satu tahun.

Guna memastikan pendekatan penanganan stunting terlaksana secara maksimal, dilakukan juga kunjungan ke rumah warga secara intensif.

"Kunjungan ke rumah yang memiliki anak bergizi kurang, buruk, dan stunting mencapai 212.871 rumah," jelas mantan Ketua DPRD Jatim ini.

Data hasil laporan ukuran tenaga posyandu atas pertumbuhan anak dari usia 0 hingga 23 bulan, menunjukkan masih ada 69 persen atau 146.291 anak desa terindikasi stunting, dan 300.339 anak desa beresiko stunting.

"Tingkat konvergensi kegiatan-kegiatan desa terhadap ibu hamil mencapai 69 persen. Tingkat konvergensi kegiatan-kegiatan desa terhadap anak usia nol sampai 23 bulan mencapai 69 persen," ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KKB Menuding TNI-Polri Lakukan Pengeboman, Kolonel Herman Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler