Mendes PDTT Tegaskan Pentingnya Data SDGs Desa dalam Menentukan Arah Pembangunan

Minggu, 06 Juni 2021 – 17:47 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor memberikan penghargaan kepada 73 Kepala Desa yang telah menyelesaikan pendataan SDGS Desa, Minggu (6/6/2021). Foto: Humas Kemendes PDTT

jpnn.com, SIDOARJO - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengingatikan pentingnya data berbasis SDGs Desa ketika berkunjung ke Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Gus Menteri -panggilan Abdul Halim Iskandar, data itu bisa digunakan pemerintah desa dalam penggunaan dana desa, sekaligus landasan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan desa.

BACA JUGA: Gus Menteri Beri Penghargaan untuk 170 Desa di Lamongan yang Tuntaskan Data SDGs

Demikian disampaikan Menteri Halim saat memberikan penghargaan kepada 73 desa di Kabupaten Sidoarjo yang telah menyelesaikan pendataan berbasis SDGs Desa, di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (6/6).
 
“Perlu saya tegaskan lagi bahwa data itu mutlak diperlukan di mana pun kita hidup. Kita ini butuh data dan data itu harus valid, bukan hanya valid, harus lengkap, bukan hanya lengkap, tetapi juga harus terus ter-update," ucap Halim Iskandar.

Dia mengatakan data juga merupakan instrumen dalam upaya mendukung ketepatan penggunaan dana desa. Sekaligus mendukung pemerintah daerah agar bisa lebih detail dalam melihat permasalahan di daerahnya.
 
"Maka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di tahun 2021 ini menekankan kepada seluruh desa untuk melakukan pemutakhiran data berbasis SDGs  Desa,” ujar Gus Menteri.
 
Selain itu, katanya, data juga akan memberikan keuntungan bagi pemerintah desa. Pertama bagi desa, yakni akan lebih tepat di dalam pemanfaatan dana yang mereka terima dari APBN.
 
Keuntungan kedua, kepala desa tidak perlu lagi adu otot dalam melakukan pembahasan prioritas pembangunan di desa, karena sudah ada datanya.

BACA JUGA: Mendadak, Semua Napi Diminta Keluar Sel, Petugas Menggeledah, Lihat Hasilnya

"Kalau tidak ada data, pasti adu otot bukan adu data. Adu otot antara kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama elite-elite desa, terkait dengan mau dipakai apa dana desa ini,” kata dia.

"Namun ketika sudah punya data yang lengkap, maka yang jadi dasar di dalam membahas penggunaan dana desa adalah adu data, bukan adu otot," lanjut Halim.
 
Oleh karena itu, Gus Menteri meminta kepada desa-desa di seluruh Indonesia untuk segera menyelesaikan pemutakhiran data berbasis SDGs Desa tersebut.
 
Data berbasis SDGs Desa merupakan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detail, karena terdapat pendalaman data-data pada level RT, keluarga, dan warga sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak sebagai proses perbaikan data.
 
Per 6 Juni 2021, sebanyak 37.228 dari 74.961 desa di seluruh Indonesia telah menyelesaikan pendataan pemutakhiran data berbasis SDGs Desa.
 
SDGs desa adalah arah kebijakan pembangunan di desa yang memiliki 18 tujuan  terkait dengan hak asasi manusia yang ingin dicapai. (*/jpnn)

BACA JUGA: Ini Penyebab Honda Jazz Terguling di Simpang Susun Semanggi, Oh Ternyata


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler