Menegangkan, Ratusan Awak Media 'Serbu' AURI

Kamis, 18 Oktober 2012 – 06:10 WIB
Puluhan wartawan dari berbagai media, cetak, elektronik dan portal yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan (FJM), melakukan aksi solidaritas atas kekerasan terhadap wartawan, di bundaran bandara Polonia Medan, Rabu (17/10). Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
PEKANBARU - Dari tiga korban yang sudah melapor, alhasil hanya Didik dari Riau Pos (Grup JPNN) dan Robi dari RTV saja yang membuat BAP kemarin. Sementara Rian dari Antara tidak jadi membuat BAP di markas POM AU karena tidak ada saksi dan tersangka.

"Tidak ada yang menguatkan tuduhan Rian berupa saksi serta tuduhan, jadi hanya Didik dan Robi yang diperiksa. Dengan sudah menjalankan BAP ini, maka kita sifatnya tinggal menunggu saja proses. Mudah-mudahan cepat diselesaikan," kata kuasa hukum PWI Riau, Sugiharto  yang mengawal jalannya BAP selama kurang lebih lima jam kemarin.

Trauma tampaknya masih terlihat dari wajah wartawan yang mengawal proses BAP tiga rekannya. Bertolak dari gedung DPRD dengan menggunakan motor secara konvoi. Dengan tujuan markas POM AU didalam Lanud, di pintu masuk rombongan sudah dicegat.

Sempat terjadi dialog cukup panjang di gerbang masuk Lanud Roesmin Nurjadin karena ratusan rombongan disuruh berhenti dan menepi. Lalu tiba-tiba lewat satu mobil penuh TNI, sementara dialog masih terus berlangsung yang sempat membuat macet jalan masuk ke AURI tersebut.

Akhirnya, setelah lama berdebat, ratusan wartawan dikawan dua anggota Paskhas yang membawa ketujuan. Namun ternyata arah yang dituju bukanlah markas POM AU yang terletak di sebelah kanan, tepatnya di belakang lapangan golf.

Justru pengawalan membawa massa ke areal gudang pesawat di sebelah kiri, atau di depan lapangan Golf. "Sudah menunggu Danlanud, dan seluruh petinggi TNI AU," ujar salah seorang anggota Paskhas ketika ditanya Riau Pos kenapa dibawa kesana.

Memang, di areal tersebut, sudah banyak mobil parkir. "Silaturahmi dulu," sebut petugas tadi. Menyadari tujuan kehadiran tidak ke tempat tersebut, maka seluruh peserta aksi pun balik arah dan langsung menuju markas POM TNI AU.

Didik menjadi yang pertama diperiksa. Mulai pukul 13:30 WIB, Ia dikonfrontir sebanyak 23 pertanyaan terkait pemukulan dan penyerangan dari Letkol Robert Simanjuntak di lokasi. Lalu kronologis sebelum dan sesudah penyerangan dilakukan di TKP.

Lalu selanjutnya pemeriksaan dilakukan terhadap Robi. Kameraman RTV tersebut juga sempat dipukuli dan kameranya dirampas dengan kasar. "Di kamera sempa terekam pihak yang memukul dan merampas, ini yang menjadi pembahasan dalam BAP tadi," sebut Robi usai pemeriksaan.(egp)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wartawan Aceh Bergerak, Tuntut Pecat Letkol Robert Simanjuntak

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler