Mengaku Polisi Ternyata Begal, Nyaris Dibakar Massa...Mewek Deh

Selasa, 29 November 2016 – 07:47 WIB
Ilustrasi. Foto: pixabay

jpnn.com - TANGERANG-Ade Miftahul Hidayat (29) warga Kota Tangerang hanya bisa menangis. Buruh pabrik garmen ini ditangkap warga usai merampok pasangan kekasih di depan Kampus Gunadarma, Jalan Danau Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu siang (27/11).

Modus yang dilakukan pelaku dan temannya itu adalah berpura-pura menjadi anggota polisi Satnarkoba Polresta Kabupaten Tangerang yang sedang melakukan razia. 

BACA JUGA: Yaelaaah...Ada Dimas Kanjeng Junior di Bogor

Kapolresta Kabupaten Tangerang, Kombespol Asep Edi Suheri mengatakan, Ade ditangkap oleh warga saat melakukan aksi perampokan terhadap Wahyu Sajiwo (24) dan Risfa (22).

Saat itu, keduanya tengah membuang air kecil di depan kampus swasta tersebut. Saat hendak melanjukan perjalanan ke rumahnya di Kampung Bayur, Kelurahan Lebak Wangi, pasangan kekasih ini diadang Ade dan rekannya. 

BACA JUGA: Uang Susu Anak Kurang, ABK Pilih Jual Ganja Kering

Dua pelaku perampokan ini mengaku sebagai anggota polisi yang sedang razia narkoba.

”Kedua pelaku ingin mengambil motor, surat berharga dan HP serta dompet kedua korban. Ade sama temannya ini mengaku anggota Satnarkoba Polres Kabupaten Tangerang. Ya karena percaya dan takut dengan ancaman ini kedua korban menuruti permintaan pelaku,” katanya kepada INDOPOS, Senin (28/11). 

BACA JUGA: Ya Ampun, Kurniawan Nekat Tembak Nenek Sendiri dengan Senapan Angin

Lebih jauh, Asep menjelaskan, Ade CS pun meminta korban menyerahkan dua unit HP, STNK motor, dan sejumlah uang. 

Setelah mendapatkan barang berharga dan motor korban, Ade dan rekannya hendak melarikan diri. Namun, korban berteriak minta tolong, warga sekitar mengejar kedua pelaku.

Tak sempat menghidupkan motor korban Ade pun dihajar massa, sedangkan rekannya berhasil melarikan diri dari amuk massa. 

”Hampir babak belur pelaku di keroyok massa,” jelasnya. 

Tak sampai disana, kata Asep, nyawa Ade berhasil diselamatkan anggotanya yang dilapori kasus pengeroyokan tersebut.

”Pelaku hampir mau dibakar oleh warga, untuk anggota patroli kami melintas dan langsung memasukan pelaku ke dalam mobil patrol,” paparnya juga. 

Dengan tertangkapnya Ade, Asep menjelaskan, warga harus waspada dengan modus kejahatan yang mengaku sebagai anggota polisi.

Dia pun berpesan agar warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan untuk tidak main hakim sendiri.

Di tempat yang sama, Ade Miftahul Hidayat menuturkan, aksi kejahatan dengan bermoduskan menjadi anggota polisi itu berawal dari inisiatif rekannya WSK yang tidak memiliki uang untuk masuk ke klub malam di Kota Tangerang. 

Sehingga saat itu pula keduanya menjalankan aksi tersebut dengan menyasar pasang muda yang tengah berpacaran atau duduk di wilayah itu.

”Spontan saja kami lakukan itu, dan niatnya uang hasil perampokan untuk pergi ke klub malam. WSK yang ngajak saya untuk melakukan hal ini, kata dia pasti aman dan korban tidak akan melawan,” tuturnya. (cok/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dendam Lama Berujung Duel, Gani Bersimbah Darah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler