Mengenal Racun Arsenik: Zat yang Tak Berwujud, tetapi Sangat Berbahaya

Selasa, 07 September 2021 – 14:32 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang keracunan. Foto: (Alodokter)

jpnn.com, JAKARTA - Arsenik merupakan salah satu racun yang cukup mematikan layaknya racun sianida.

Zat arsenik menjadi sangat berbahaya lantaran tidak berbau, berwarna, dan tidak memiliki rasa ketika tertelan.

BACA JUGA: Arsenik Mampu Atasi Leukemia

Arsenik juga merupakan senyawa kimia yang terbentuk secara alami dari dalam kerak bumi.

Maka dari itu senyawa ini dapat ditemukan dalam air, udara dan tanah secara alami. Itu sebabnya arsenik dapat ditemui dalam beberapa jenis makanan, seperti makanan laut, susu, hingga daging.

BACA JUGA: Bayi dan Balita Harus Merdeka dari Paparan Zat Kimia Berbahaya

Apa itu Racun Arsenik?

Racun Arsenik merupakan arsenik buatan atau disebut juga arsenik anorganik, yang umumnya digunakan untuk keperluan pertambangan, termasuk tambang batu bara dan peleburan tembaga.

Senyawa ini biasa digunakan dalam sejumlah sektor industri, seperti pengolahan kaca, tekstil, cat, pengawet kayu, hingga amunisi.

Kemudian dalam sektor industri pertanian, arsenik digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pupuk dan pestisida.

Nah, di kawasan perindustrian inilah kadar racun arsenik disinyalir menjadi lebih tinggi dan berbahaya. Itu karena limbah arsenik bisa jadi sudah tercampur dengan lingkungan di wilayah tersebut.

Seseorang yang Rentan Terpapar Arsenik Apabila:

1. Minum air tanah yang tercemar racun arsenik.
2. Mengonsumsi makanan dari hasil tanaman yang ditanam di tanah atau dialiri air yang tercemar racun arsenik.
3. Merokok, terutama rokok dari tanaman tembakau yang tercemar racun arsenik.
4. Bekerja atau tinggal di lingkungan area pertambangan dan pabrik pengguna racun arsenik akibat menghirup udara yang tercemar racun arseni

 

Dampak Racun Arsenik Bagi Kesehatan

Racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh kita memiliki dampak yang berbeda-beda, tergantung dosis dan jangka waktu paparannya.

Paparan arsenik dalam jumlah sedikit mungkin tidak menimbulkan efek serius, tetapi bila paparannya dalam jumlah sedang atau besar, dapat menimbulkan keracunan. Berikut gejalanya:

1. Gangguan pencernaan, seperti nyeri perut, mual, muntah, dan diare.
2. Kram otot.
3. Gangguan pada otak, seperti sakit kepala, kejang, delirium, dan koma.
4. Sesak napas.
5. Detak jantung tidak teratur.
6. Kesemutan di jari tangan dan kaki.
7. Kulit merah dan bengkak.
8. Urin berwarna gelap atau kehitaman.
9. Napas dan urine beraroma bawang putih.
10. Dehidrasi.(alodokter/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler