Mengenal Si Glowing, Bawang Merah Ramah Lingkungan yang Wanginya Menyengat

Selasa, 22 Juni 2021 – 10:46 WIB
Bawang merah Glowing yang akan dikembangkan oleh Ditjen Hortikultura. Foto: Hortikultura

jpnn.com, JAKARTA - Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan pihkanya mendorong sistem pertanian hortikultura yang ramah lingkungan.

Ahli di bidang agroklimat dan pencemaran lingkungan itu akan menitikberatkan pada pengembangan bawang merah Glowing (Gede, Lebih Original dan Berwawasan Lingkungan) Semi Organik yang ada di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul-Yogyakarta.

BACA JUGA: Kementan Bakal Bangun Food Estate Berbasis Hortikultura di Pulau Jawa

"Kemarin saya sudah menerjunkan tim untuk mengecek pengembangan bawang merah Glowing, dan bertemu dengan jajaran Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul," katanya, Selasa (22/6).

Menurut Prihasto, bawang merah Glowing asal Bantul ini memiliki ukuran yang lebih besar, dengan warna merah bening sehingga sangat menarik jika dibandingkan dengan bawang merah yang lain.

BACA JUGA: Kementan Terapkan Teknologi UHDP untuk Memperkuat Kampung Hortikultura

"Saya yakin bawang merah Glowing akan laku keras di pasaran, sebab ini ramah lingkungan, yang tentunya sangat diminati masyarakat" ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Yus Warseno juga menuturkan bawang merah Glowing dibudidayakan menggunakan pupuk organik yang tinggi dan pengendalian OPT dengan pengendalian hayati secara maksimal.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Sebut Hari Krida Pertanian 2021 Sangat Spesial, Ini Sebabnya...

"Ini murni kami kembangkan berbasis kearifan lokal karena dibudidayakan berwawasan lingkungan, jadi saya rasa sejalan dengan program Gedor Horti (Gerakan Mendorong Produksi, Meningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura) dan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks)", tuturnya.

Menurut Yus, selain ukurannya yang lebih besar dan warnanya yang merah terang, bawang merah glowing juga memiliki cita rasa yang sedap, wangi lebih menyengat.

Kemudian, lebih tahan simpan dan tentunya harganya lebih tinggi dibandingkan bawang merah yang lain.

"Melihat hal ini, petani Bantul sangat antusias menanam bawang merah Glowing, sebab mereka meyakini bahwa pasaran bawang merah khas kabupaten Bantul ini memiliki permintaan pasar yang tinggi, baik dari sekitar Bantul maupun dari luar propinsi seperti Nganjuk dan Brebes," ungkapnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Imawan Eko Handriyanto menyebutkan luas lahan bawang merah Glowing ini mencapai 800 hektar yang tersebar di kecamatan Imogiri.

Produtivitas bawang merah budidaya semi organik ini mencapai 13 - 15 ton per hektare dengan kisaran harga saat ini yaitu Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Ketua kelompok tani Pasir Makmur Sumarno juga tak menampik jika petani di daerahnya sangat membanggakan bawang merah Glowing.

Sebab, hal ini akan menjadi brand bawang merah petani Imogiri Bantul.

Sumarno juga mengapresiasi tim Kementan yang selalu hadir membersamai petani.

"Bawang merah Glowing akan menjadi ciri khas, saya melihat teman-teman saya begitu bersamangat menanam," ungkapnya.

Dia pun berharap pengembangan merah Glowing melalui food estate akan terwujud.

"Terima kasih Pak Mentan, Pak Dirjen Horti telah memperhatikan petani Bantul, kami harap beliau datang saat panen bawang merah glowing nantinya", kata Sumarno.

Dikutip dari rilis resmi Sekretariat Kabinet (Setkab), tercatat Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian pada kuartal IV-2020 tumbuh sebesar 2,59 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tumbuh positif selama triwulan ke IV-2020.

Dalam rilis tersebut juga disebutkan bahwa peningkatan sektor pertanian didukung oleh pertumbuhan komoditas hortikultura sebesar 7,85 persen.

Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan buah-buahan dan sayuran selama pandemi Covid-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus membuat berbagai terobosan baru untuk masa depan pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler