Mengerikan, Pemuda Kejam ini Memukuli dan Menyundut Pacarnya dengan Rokok

Senin, 18 Januari 2021 – 06:37 WIB
Ilustrasi tindak kekerasan terhadap perempuan. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Polisi akhirnya menangkap Rendy Eka Syahputra, terduga pelaku penganiayaan terhadap pacarnya sendiri di Surabaya. Kasus penganiayaan ini sebelumnya diviralkan oleh kakak korban di media sosial Twitter.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap pemuda 18 tahun itu setelah dia sempat melarikan diri dari Surabaya usai menganiaya pacarnya.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ibu Iriana Jokowi Lama tak Muncul, Ada yang Minta Tolong, Kondisi Rizieq Mengkhawatirkan, Gaji PNS

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian mengatakan, pelarian Rendi akhirnya terhenti usai polisi menemukannya di Wonogiri, pada Jumat lalu.

Setelah ditangkap, kata Oki, pelaku langsung digelandang petugas menuju Mapolrestabes Surabaya, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA: Usai Minta Putus dengan Pacar, AKG Nekat Melakukan Aksi Tak Terpuji

"Benar sudah kami amankan pelaku, kami amankan di Desa Biting, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri kemarin sore. Pelaku ini sebagai terduga pelaku yang menganiaya pacarnya sendiri," kata Oki.

Menurutnya, keluarga korban melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Polda Jatim. Namun, kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke Unit Reskrim Polrestabes Surabaya.

BACA JUGA: Takut Ancaman Orang Tua, Siswi Ini Telepon Pacar untuk Minta Dinikahi, Terjadilah..

Sebelumnya, Ramai di sosial media, seorang perempuan asal Surabaya dianiaya pacarnya sendiri selama berpacaran. Atas kejadian tersebut, kakak kandung korban langsung melaporkan pelaku ke Polda Jatim.

Kasus tersebut ditulis oleh kakak korban, yakni Janna, di akun Twitter pribadinya @juragansachetan, Kamis, 7 Januari 2021, lalu. Utas tersebut sudah disukai 22.600 orang, dan 7.921 retweet.

“Jadi adik aku jadi korban penganiayaan sama cowoknya. Adik aku dipukulin, dihantam, dijedotin tembok, disundut rokok, rambutnya dipotong petal dan dibakar sampai memar semua badannya,” tulis Janna, di akunnya.

Dalam posting-annya, Janna mengatakan bahwa penganiayaan itu dialami oleh adiknya pada Minggu, 3 Januari 2021, lalu. Namun baru diketahui pihak keluarga Rabu, 6 Januari 2021. Saat itu, ibu korban melihat kaki anaknya, penuh lebam.

Menurut Janna, adiknya tidak berani bercerita kepada keluarga karena telah mendapat ancaman dari pelaku. Tak hanya itu, pacar korban juga sempat menyita telepon selulernya agar tidak melaporkan ketika dianiaya.

“Hp adikku sudah dibalikin tapi dalam kondisi kosong. Chatnya sudah dihapus semua buat ngilangin barang bukti ancaman yang ada di chat. Adikku ternyata pernah diancam ditusuk lehernya pakai gunting,” tulis sang kakak. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler