Menghadapi Ancaman Kudeta, Andi Demokrat Menyampaikan Seruan

Kamis, 04 Februari 2021 – 07:32 WIB
Dokumentasi: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di sela kunjungan ke Kota Palu, Provinsi Sulteng, Senin (7/1/2019), untuk menyerahkan bantuan kepada pengungsi bencana di sana. Foto: ANTARA/Fauzi Lamboka

jpnn.com, PALU - Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah Andi Jumriani Hamka memastikan seluruh kader di Sulteng solid mendukung kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi Jumriani Hamka, enegaskan 13 dewan pimpinan cabang (DPC) dan satu DPD sudah membuat surat pernyataan dan ditandatangani di atas meterai tetap solid dan mendukung kepemimpinan AHY.

BACA JUGA: Saran buat AHY Hadapi Gerpol di Demokrat: Saling Buka Aib Berisiko untuk 2024

Bahkan, lanjutnya, seluruh ketua DPC dan DPD membuat video yang menyatakan sikap mendukung kepemimpinan AHY, agar seluruh kader tetap pada pendirian awal dan tidak terpengaruh oleh siapa pun termasuk oleh pihak-pihak yang ingin menggulingkan kepemimpinan sah AHY.

"Agar tidak terjadi kudeta, maka semua harus merapatkan barisan dari kader di tingkat akar rumput hingga ke atas. Jangan pernah terpengaruh," ujarnya, Rabu (3/2).

BACA JUGA: Moeldoko Beberkan Luhut juga Pernah Ditawari Mengudeta AHY

Andi mengimbau seluruh kader Partai Demokrat di seluruh wilayah di Sulteng, agar langsung menghubungi DPD Partai Demokrat Sulteng jika dihubungi oleh siapa pun untuk bergabung mendukung dan mengudeta AHY.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan ada gerakan pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

BACA JUGA: Aziz Yanuar Beber Kegiatan Habib Rizieq di Tahanan Bareskrim, Oh Ternyata...

"Kami memandang perlu untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya. Yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY, di Jakarta, Senin (1/2).

AHY menjelaskan tentang gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional itu diketahui dari laporan dan aduan dari pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang.

AHY menyebutkan para pimpinan dan kader Demokrat yang melaporkan gerakan tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler