Mengintip Perkembangan Go-Jek di Thailand

Kamis, 28 Februari 2019 – 10:28 WIB
Go-Jek. Foto: Go-Jek

jpnn.com, BANGKOK - Go-Jek mendapat sambutan hangat di Thailand dengan menggunakan nama Get.

Co-Founder dan CEO Get Pinya Nittayakasetwat mengatakan, setelah fase percobaan alias versi beta dimulai pada Desember 2018 di tiga distrik, Get memperluas jangkauan layanan hingga 80 persen atau 41 distrik di Bangkok.

BACA JUGA: Indra Sjafri Ingin Realisasikan Target Ketiga dengan Melibas Thailand U-22

Pinya menambahkan, Get berhasil menyelesaikan dua juta perjalanan hanya dalam dua bulan sejak peluncuran fase beta yang menjangkau lokasi terbatas di Bangkok.

’’Hal tersebut membuktikan permintaan konsumen tinggi di sektor industri ini,’’ ujar Pinya saat peresmian Get di Bangkok, Rabu (27/2).

BACA JUGA: Pauline

Di Bangkok, Get tidak hanya menyediakan layanan terkait transportasi roda dua atau yang diberi nama Get Win, tetapi juga layanan kiriman barang Get Delivery dan layanan antar makanan, yakni Get Food.

’’Kami juga akan memperluas layanan Get ke luar Bangkok dan merambah ke layanan pembayaran,’’ tambah Pinya.

BACA JUGA: Membedah Dampak Negatif Jika Tarif Ojek Online Naik

Founder dan CEO Grup Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya memilih Thailand karena memiliki beberapa kesamaan tipikal pasar dengan Indonesia.

’’Kami juga telah menemukan tim yang bagus. Mereka memiliki pengalaman yang baik di industri ini,’’ jelas Nadiem.

Nadiem menyebut tim manajemen Get juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Thailand untuk mendukung digitalisasi industri transportasi.

Layanan transportasi roda dua Get Win bermitra dengan para driver yang berlisensi dan merupakan mitra driver yang bekerja di industri ojek Bangkok.

Menkominfo Rudiantara yang hadir dalam peremian itu mengatakan, pemerintah Indonesia bangga dengan ekspansi internasional Go-Jek.

’’Perusahaan Indonesia bisa jadi multinasional. Ini menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia dipercaya,’’ ucap Rudiantara.

Dia menegaskan, pemerintah akan selalu mendorong kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara.

Sebab, jika hal tersebut terlambat dilakukan, negara dari regional lain bisa masuk ke pasar Indonesia.

’’Banyak perusahaan besar di Indonesia, tetapi jago kandang. Kalau dengan model bisnis lama seperti itu, tidak mungkin bisa secepat seperti Go-Jek yang baru empat tahun. Pemerintah jelas mendukung dengan dinamika teknologi yang cepat,’’ papar Rudiantara. (agf/c15/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RR: Riuh dan Ruwet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler